Profil Presiden Iran Ebrahim Raisi: Meniti Karir dari Dunia Peradilan
Selasa, 21 Mei 2024 - 12:03 WIB
Sebagai kepala peradilan Iran, Raisi memprakarsai kampanye melawan korupsi dalam sistem dan memberlakukan undang-undang untuk melindungi perempuan dari kekerasan dalam rumah tangga.
Baca juga: Kecelakaan Maut Ebrahim Raisi, antara Azerbaijan dan Mossad
Popularitasnya meningkat pesat selama masa jabatannya sebagai kepala peradilan Iran, yang membuka jalan bagi peran politiknya – sebagai kepala eksekutif.
Serangan Politik
Raisi adalah cendekiawan Islam terkemuka. Ia menjabat sebagai anggota Majelis Ahli dari provinsi Khorasan Selatan dan pertama kali dipilih dari sana pada pemilu tahun 2006.
Pada tahun 2016, ia menjadi wakil ketua Majelis Ahli, sebuah badan Konstitusi yang bertanggung jawab mengangkat Pemimpin Revolusi Islam. Ayatollah Jannati mengepalai badan tersebut.
Raisi menjadi terkenal di Iran dan di seluruh dunia Muslim pada tahun 2017 ketika ia mencalonkan diri sebagai kandidat populer dalam pemilihan presiden melawan Presiden Hassan Rouhani.
Dia berada di urutan kedua dalam pemilu itu setelah Rouhani, yang memperoleh 23,5 juta suara dibandingkan Raisi yang memperoleh 15,7 juta suara.
Namun, pada pencalonannya yang kedua pada tahun 2021, ia muncul sebagai pemenang yang menentukan, dan mengambil alih kepemimpinan negara tersebut selama empat tahun ke depan.
Pada pemilu 2021, Raisi menang telak dengan mengantongi 17,9 juta suara dari 28,9 juta suara, mengukuhkan reputasinya sebagai tokoh politik populer.
Baca juga: Ini Bukti Ebrahim Raisi Memiliki Kedekatan dengan Hamas, Houthi dan Hizbullah
Presiden kedelapan Iran ini resmi memulai masa jabatannya pada 3 Agustus 2021.
Tantangan Besar
Baca juga: Kecelakaan Maut Ebrahim Raisi, antara Azerbaijan dan Mossad
Popularitasnya meningkat pesat selama masa jabatannya sebagai kepala peradilan Iran, yang membuka jalan bagi peran politiknya – sebagai kepala eksekutif.
Serangan Politik
Raisi adalah cendekiawan Islam terkemuka. Ia menjabat sebagai anggota Majelis Ahli dari provinsi Khorasan Selatan dan pertama kali dipilih dari sana pada pemilu tahun 2006.
Pada tahun 2016, ia menjadi wakil ketua Majelis Ahli, sebuah badan Konstitusi yang bertanggung jawab mengangkat Pemimpin Revolusi Islam. Ayatollah Jannati mengepalai badan tersebut.
Raisi menjadi terkenal di Iran dan di seluruh dunia Muslim pada tahun 2017 ketika ia mencalonkan diri sebagai kandidat populer dalam pemilihan presiden melawan Presiden Hassan Rouhani.
Dia berada di urutan kedua dalam pemilu itu setelah Rouhani, yang memperoleh 23,5 juta suara dibandingkan Raisi yang memperoleh 15,7 juta suara.
Namun, pada pencalonannya yang kedua pada tahun 2021, ia muncul sebagai pemenang yang menentukan, dan mengambil alih kepemimpinan negara tersebut selama empat tahun ke depan.
Pada pemilu 2021, Raisi menang telak dengan mengantongi 17,9 juta suara dari 28,9 juta suara, mengukuhkan reputasinya sebagai tokoh politik populer.
Baca juga: Ini Bukti Ebrahim Raisi Memiliki Kedekatan dengan Hamas, Houthi dan Hizbullah
Presiden kedelapan Iran ini resmi memulai masa jabatannya pada 3 Agustus 2021.
Tantangan Besar
Lihat Juga :