Sikap Tenang Mengundang Datangnya Pertolongan Allah
Kamis, 20 Agustus 2020 - 19:00 WIB
Firman Allah Ta'ala dalam Al-Qur'an :
ثُمَّ أَنزَلَ ٱللَّهُ سَكِينَتَهُۥ عَلَىٰ رَسُولِهِۦ وَعَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ
"Kemudian Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya dan kepada orang-orang yang beriman..." (QS At-Taubah : 26).
Sesungguhnya Ibnu Taimiyah jika beliau memilki banyak masalah, maka ia membaca ayat ayat yang berbicara tentang ketenangan. Ibnu Qoyyim mengatakan bahwa ketenangan adalah cahaya, kekuatan, dan spirit. Ketenangan itu jika ada di hati, maka hati akan tenang, kemudian di ikuti dengan tenangnya anggota tubuh dan lisan akan berbicara dengan penuh hikmah. (Baca juga : Ancaman Azab Bagi Pelanggar Syariat )
Yang perlu diingat juga adalah pertolongan Allah datang kepada para Nabi ‘alaihissalam datang pada saat para pengikut mereka mengira bahwa jalan keluar masalah tidak akan muncul. Bantuan dari langit datang saat manusia putus asa bahwa jalan keluar masalah tidak akan terbuka. Itulah tanda dari puncak kesabaran manusia biasa seperti kita.
Pintu yang tertutup tidak membuat orang-orang yang beriman putus harapan para rahmat Allah. Sebab, orang-orang yang beriman memahami bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Kejenuhan menunggu usainya suatu masalah, merupakan hal yang wajar dimiliki oleh manusia, justru itu merupakan bagian dari ujian iman yang harus dihadapi.
Orang-orang yang beriman kepada Allah, kemudian berlari menuju Allah di saat harapan itu sudah tidak ada. Mereka letakkan kesedihan dan kesusahan pada kuasa Allah. Sehingga Allah pun datang memberi pertolongan.
Allah Ta'ala berfirman :
حَتَّىٰٓ إِذَا ٱسْتَيْـَٔسَ ٱلرُّسُلُ وَظَنُّوٓا۟ أَنَّهُمْ قَدْ كُذِبُوا۟ جَآءَهُمْ نَصْرُنَا فَنُجِّىَ مَن نَّشَآءُ ۖ وَلَا يُرَدُّ بَأْسُنَا عَنِ ٱلْقَوْمِ ٱلْمُجْرِمِينَ
"Sehingga apabila para rasul tidak mempunyai harapan lagi (tentang keimanan mereka) dan telah meyakini bahwa mereka telah didustakan, datanglah kepada para rasul itu pertolongan Kami, lalu diselamatkan orang-orang yang Kami kehendaki. Dan tidak dapat ditolak siksa Kami dari pada orang-orang yang berdosa." (QS Yusuf : 110).
ثُمَّ أَنزَلَ ٱللَّهُ سَكِينَتَهُۥ عَلَىٰ رَسُولِهِۦ وَعَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ
"Kemudian Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya dan kepada orang-orang yang beriman..." (QS At-Taubah : 26).
Sesungguhnya Ibnu Taimiyah jika beliau memilki banyak masalah, maka ia membaca ayat ayat yang berbicara tentang ketenangan. Ibnu Qoyyim mengatakan bahwa ketenangan adalah cahaya, kekuatan, dan spirit. Ketenangan itu jika ada di hati, maka hati akan tenang, kemudian di ikuti dengan tenangnya anggota tubuh dan lisan akan berbicara dengan penuh hikmah. (Baca juga : Ancaman Azab Bagi Pelanggar Syariat )
Yang perlu diingat juga adalah pertolongan Allah datang kepada para Nabi ‘alaihissalam datang pada saat para pengikut mereka mengira bahwa jalan keluar masalah tidak akan muncul. Bantuan dari langit datang saat manusia putus asa bahwa jalan keluar masalah tidak akan terbuka. Itulah tanda dari puncak kesabaran manusia biasa seperti kita.
Pintu yang tertutup tidak membuat orang-orang yang beriman putus harapan para rahmat Allah. Sebab, orang-orang yang beriman memahami bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Kejenuhan menunggu usainya suatu masalah, merupakan hal yang wajar dimiliki oleh manusia, justru itu merupakan bagian dari ujian iman yang harus dihadapi.
Orang-orang yang beriman kepada Allah, kemudian berlari menuju Allah di saat harapan itu sudah tidak ada. Mereka letakkan kesedihan dan kesusahan pada kuasa Allah. Sehingga Allah pun datang memberi pertolongan.
Allah Ta'ala berfirman :
حَتَّىٰٓ إِذَا ٱسْتَيْـَٔسَ ٱلرُّسُلُ وَظَنُّوٓا۟ أَنَّهُمْ قَدْ كُذِبُوا۟ جَآءَهُمْ نَصْرُنَا فَنُجِّىَ مَن نَّشَآءُ ۖ وَلَا يُرَدُّ بَأْسُنَا عَنِ ٱلْقَوْمِ ٱلْمُجْرِمِينَ
"Sehingga apabila para rasul tidak mempunyai harapan lagi (tentang keimanan mereka) dan telah meyakini bahwa mereka telah didustakan, datanglah kepada para rasul itu pertolongan Kami, lalu diselamatkan orang-orang yang Kami kehendaki. Dan tidak dapat ditolak siksa Kami dari pada orang-orang yang berdosa." (QS Yusuf : 110).
Lihat Juga :