Iman Kepada Allah: Ibadah Hati yang Paling Dicintai Allah

loading...
Iman Kepada Allah: Ibadah Hati yang Paling Dicintai Allah
Kenapa iman merupakan ibadah yang paling dicintai Allah? Foto/Ilustrasi/Ist
Banyak riwayat hadis tentang fadhail amal yang menjelaskan tentang amalan yang paling dicintai Allah. Namun para ulama hadis berkata bahwa jawaban Rasulullah dalam hadis-hadis tersebut disesuaikan dengan sang penanya.

Asma` binti Rasyid ar-Ruwaisyid dalam "Ibadah Yang Paling Dicintai Allah" menyebut ada belasan ibadah yang sangat dicintai Allah. Dari yang belasan itu, Asma' menempatkan urutan pertama adalah iman kepada Allah.

Ini kali kita bahas poin pertama ini terlebih dahulu, yakni amal yang sangat dicintai Allah adalah iman kepada-Nya.

Baca juga: Kematian, Hanya Nabi Ibrahim dan Nabi Musa yang Bisa Menawar

Pendapat ini didasarkan kepada sebuah hadis. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam (SAW) bersabda:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ((أحبُّ الأعمال إلى الله إيمانٌ بالله))

“Ibadah yang paling dicintai Allah subhanahu wa ta’ala adalah iman kepada Allah subhanahu wa ta’ala.”

Baca juga: Hubungan Akrab Nabi Sulaiman dengan Malaikat Izrail

Iman kepada Allah subhanahu wa ta’ala (SWT) adalah tauhid, yaitu mengesakan Allah SWT dalam ibadah, dan ia adalah dengan mengosongkan untuk Allah SWT dengan amal hati dan anggota tubuh mengikutinya, karena iman adalah rakyat dan amalan yang sangat banyak.

Baca Juga: Inilah Rentetan Peristiwa Menjelang Hari Kiamat Besar

Di antaranya ada yang termasuk amal hati , di antara adalah amal anggota tubuh, dan yang lebih wajib adalah amal hati, ia lebih wajib dalam setiap waktu dan kepada semua mukallaf. Apabila sirna amal hati sirnalah iman.

Sebagaimana kebaikan semua amal iman yang nampak –maksudnya amal anggota tubuh- diterima dan baiknya tergantung kebaikan iman hati yang merupakan dasar. Karena itulah, Ibnul Qayyim berkata dalam kitabnya ‘Bada`iul Fawaid’: Mengenal hukum-hukum hati lebih penting dari pada mengenal hukum-hukum anggota tubuh, karena ia adalah dasar dan hukum-hukum anggota tubuh merupakan cabang darinya.

Ibnu Taimiyah dalam Majmu’ Al Fatawa juga menyebut amalan badan tidak akan diterima tanpa perantara amalan hati. Karena hati adalah raja, sedangkan anggota badan ibarat prajuritnya. Bila Sang Raja buruk, maka akan buruk pula seluruh prajuritnya. (Baca juga: Hati Adalah Raja, Amalan Hati Lebih Penting Ketimbang Amal Badan ).

Amalan hati memiliki kedudukan yang agung. Bisa dikatakan, pahala dari amalan hati lebih besar daripada amalan badan. Sebagaimana dosa hati lebih besar daripada dosa badan. Oleh karena itu kita dapati; dosa kufur dan kemunafikan lebih besar daripada dosa zina, riba, minum khamr, judi dst.

Dasar agama dan kaidahnya di sisi seorang mukmin bertolak dari amal hati yang dimulai dengan menerima keindahan ilmu dan berita-berita Rabbani yang berbuah darinya semua amal hati, seperti yakin kepada Allah SWT, mengikhlaskan agamanya bagi-Nya, mencintai-Nya, tawakkal kepada-Nya, bersyukur kepada-Nya, sabar terhadap hukumnya secara taqdir dan syar’i, takut dari-Nya, berharap kepada-Nya, loyal pada-Nya, hina, tunduk dan kembali kepada-Nya, tenang dengan-Nya, dan selain yang demikian itu sangat banyak.

Baca juga: Baca juga: Bukti-bukti Keniscayaan Hari Akhir Menurut Al-Qur'an

Dan manusia dalam amal iman secara lahir dan batin berbeda-beda dalam kedudukan dan derajat mereka menurut kadar menunaikannya secara jumlah dan cara.

Di antara mereka adalah zalim terhadap dirinya, di antara mereka ada yang pertengahan, dan di antara mereka ada yang terdahulu dengan kebaikan, dan setiap golongan dari tiga golongan ini ada kedudukan yang tidak bisa menghitungnya kecuali Allah SWT.

Ibnu Rajab rahimahullah berkata saat menerangkan hadis: ‘Sesungguhnya di dalam tubuh ada segumpal darah...al-Hadits: Padanya merupakan isyarat bahwa kebaikan gerakan hamba dengan anggota tubuhnya, menjauhinya bagi yang diharamkan, dan menjauhinya bagi yang syubhat adalah menurut kebaikan gerakan hatinya.

Baca juga: Al-Qur'an Menjawab Para Pengingkar Hari Kiamat
halaman ke-1
cover top ayah
وَكَذٰلِكَ جَعَلۡنَا لِكُلِّ نَبِىٍّ عَدُوًّا شَيٰطِيۡنَ الۡاِنۡسِ وَالۡجِنِّ يُوۡحِىۡ بَعۡضُهُمۡ اِلٰى بَعۡضٍ زُخۡرُفَ الۡقَوۡلِ غُرُوۡرًا‌ ؕ وَلَوۡ شَآءَ رَبُّكَ مَا فَعَلُوۡهُ‌ فَذَرۡهُمۡ وَمَا يَفۡتَرُوۡنَ
Demikianlah untuk setiap nabi Kami menjadikan musuh yang terdiri dari setan-setan dari jenis manusia dan jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan yang indah sebagai tipuan. Dan kalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak akan melakukannya, maka biarkanlah mereka bersama kebohongan yang mereka ada-adakan.

(QS. Al-An’am:112)
cover bottom ayah
preload video