Tamasya ke Negeri Akhirat : Kengerian Balasan Orang yang Suka Pamer
Kamis, 11 Juli 2024 - 11:10 WIB
Bahkan, Allah Ta'ala akan menyiksa orang yang pamer karena bertentangan dengan apa yang disembunyikan dalam hatinya. Karena, orang yang pamer menginginkan popularitas di antara manusia dan disenangi mereka, maka Allah SWT mempermalukannya di hadapan manusia dengan maksud supaya mereka membencinya.
Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
"Barangsiapa yang ingin mendengarkan (mengenalkan) namanya, maka Allah akan mendengarkannya, dan barang siapa yang pamer maka Allah memamerkannya." [HR Muslim]
RasulullahShallallahu alaihi wa sallam juga bersabda,
"Barangsiapa yang ingin mencari ridha manusia dengan kemurkaan Allah, maka Allah mewakilkannya pada manusia. Dan barangsiapa yang membenci manusia untuk mencari ridha Allah, maka Allah akan mencukupkannya dari segala kebutuhan manusia." (HR At-Tirmidzi dan Abu Naim)
Setiap insan tidak akan pernah lepas dari kesalahan. Sebaik-baik orang yang melakukan kesalahan adalah yang bertaubat kepada Allah atas kesalahan yang pernah dilakukannya. Hati manusia juga cepat berubah. Jika saat ini beribadah dengan ikhlas, bisa jadi beberapa saat kemudian ikhlas tersebut berganti dengan riya’. Pagi ikhlas, mungkin sore sudah tidak. Hari ini ikhlas, mungkin esok tidak. Karena itu, hanya kepada Allahlah kita memohon agar hati kita diteguhkan dalam agama ini.
Baca juga: Jubb al-Hazn, Palung Jahanam Tempat Pembaca Al-Qur'an yang Riya Disiksa
Wallahu A'lam
Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
"Barangsiapa yang ingin mendengarkan (mengenalkan) namanya, maka Allah akan mendengarkannya, dan barang siapa yang pamer maka Allah memamerkannya." [HR Muslim]
RasulullahShallallahu alaihi wa sallam juga bersabda,
"Barangsiapa yang ingin mencari ridha manusia dengan kemurkaan Allah, maka Allah mewakilkannya pada manusia. Dan barangsiapa yang membenci manusia untuk mencari ridha Allah, maka Allah akan mencukupkannya dari segala kebutuhan manusia." (HR At-Tirmidzi dan Abu Naim)
Setiap insan tidak akan pernah lepas dari kesalahan. Sebaik-baik orang yang melakukan kesalahan adalah yang bertaubat kepada Allah atas kesalahan yang pernah dilakukannya. Hati manusia juga cepat berubah. Jika saat ini beribadah dengan ikhlas, bisa jadi beberapa saat kemudian ikhlas tersebut berganti dengan riya’. Pagi ikhlas, mungkin sore sudah tidak. Hari ini ikhlas, mungkin esok tidak. Karena itu, hanya kepada Allahlah kita memohon agar hati kita diteguhkan dalam agama ini.
Baca juga: Jubb al-Hazn, Palung Jahanam Tempat Pembaca Al-Qur'an yang Riya Disiksa
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :