Apakah Walisongo Keturunan Nabi Muhammad SAW?
Selasa, 23 Juli 2024 - 09:56 WIB
Walisongo atau sembilan wali yang berperan bear dalam penyebaran dan perkembangan agama Islam di Indonesia. Foto ilustrasi/ist
Apakah Walisongo keturunan Nabi Muhammad SAW? Darimana saja jalur nasabnya? Mengingat Walisongo adalah penyebar agama Islam di Indonesia khususnya di Pulau Jawa yang sangat berpengaruh.
Munculnya pertanyaan di atas, sebenarnya sudah banyak dilontarkan sejumlah penulis dan sejarawan. Begitu juga oleh habaib dan ulama. "Jika ditelusuri mereka itu masih keturunan Nabi Muhammad SAW ,” ujar Muhammad Iskandar, Pengamat Sejarah Universitas Indonesia dalam suatu kesempatan.
Darimana garis keturunannya? Yang jelas dari putri Rasulullah SAW, yakni Fathimah radhiyallahu'anha. Garis keturunan itu bermula pada Sunan Gresik atau yang lebih dikenal dengan Maulana Malik Ibrahim . “Ya Itu masih ada keturunan dari Fatimah RA, itu kan Maulana Malik Ibrahim itu keturunan ke-22 Nabi Muhammad SAW,” papar Muhammad Iskandar.
Bahkan, Habib Luthfi bin Yahya menyebut para Walisongo adalah keturunan habaib dari marga Adzmatkhan.
"Dan mereka masih saudara tua kita, mereka bersatu dalam marga Al-Adzmatkhan, yang tersebar membaur dengan masyarakat asli negeri ini, bahkan Adzmatkhan banyak yang bersembunyi," ujar Rais Aam Jam'iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu'tabarah An-Nahdliyah (JATMAN) itu.
Nasab As-Sayyid Maulana Malik Ibrahim tercantum dalam catatan dari As-Sayyid Bahruddin Ba’alawi Al-Husaini yang kumpulan catatannya kemudian dibukukan dalam Ensiklopedi Nasab Ahlul Bait yang terdiri dari beberapa jilid.
Dalam catatan itu tertulis: As-Sayyid Maulana Malik Ibrahim bin As-Sayyid Barakat Zainal Alam bin As-Sayyid Husain Jamaluddin bin As-Sayyid Ahmad Jalaluddin bin As-Sayyid Abdullah bin As-Sayyid Abdul Malik Azmatkhan bin As-Sayyid Alwi Ammil Faqih bin As-Sayyid Muhammad Shahib Mirbath bin As-Sayyid Ali Khali’ Qasam bin As-Sayyid Alwi bin As-Sayyid Muhammad bin As-Sayyid Alwi bin As-Sayyid Ubaidillah bin Al-Imam Ahmad Al-Muhajir bin Al-Imam Isa bin Al-Imam Muhammad bin Al-Imam Ali Al-Uraidhi bin Al-Imam Ja’far Shadiq bin Al-Imam Muhammad Al-Baqir bin Al-Imam Ali Zainal Abidin bin Al-Imam Al-Husain bin Sayyidah Fathimah Az-Zahra/Ali bin Abi Thalib, binti Nabi Muhammad Rasulullah.
Maulana Malik Ibrahim lahir di Samarkand, Asia Tengah, pada paruh awal abad 14. Babad Tanah Jawi versi Meinsma menyebutkan Maulana Malik Ibrahim kadang juga disebut sebagai Syekh Magribi. Sebagian rakyat malah menyebutnya Kakek Bantal. Maulana Malik Ibrahim bersaudara dengan Maulana Ishak, ulama terkenal di Samudra Pasai, sekaligus ayah dari Sunan Giri (Raden Paku).
Maulana Malik Ibrahim pernah bermukim di Campa, sekarang Kamboja, selama 13 tahun sejak tahun 1379. Ia malah menikahi putri raja, yang memberinya dua putra. Mereka adalah Raden Rahmat (dikenal dengan Sunan Ampel) dan Sayid Ali Murtadha alias Raden Santri.
Munculnya pertanyaan di atas, sebenarnya sudah banyak dilontarkan sejumlah penulis dan sejarawan. Begitu juga oleh habaib dan ulama. "Jika ditelusuri mereka itu masih keturunan Nabi Muhammad SAW ,” ujar Muhammad Iskandar, Pengamat Sejarah Universitas Indonesia dalam suatu kesempatan.
Darimana garis keturunannya? Yang jelas dari putri Rasulullah SAW, yakni Fathimah radhiyallahu'anha. Garis keturunan itu bermula pada Sunan Gresik atau yang lebih dikenal dengan Maulana Malik Ibrahim . “Ya Itu masih ada keturunan dari Fatimah RA, itu kan Maulana Malik Ibrahim itu keturunan ke-22 Nabi Muhammad SAW,” papar Muhammad Iskandar.
Bahkan, Habib Luthfi bin Yahya menyebut para Walisongo adalah keturunan habaib dari marga Adzmatkhan.
"Dan mereka masih saudara tua kita, mereka bersatu dalam marga Al-Adzmatkhan, yang tersebar membaur dengan masyarakat asli negeri ini, bahkan Adzmatkhan banyak yang bersembunyi," ujar Rais Aam Jam'iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu'tabarah An-Nahdliyah (JATMAN) itu.
Jalur Nasab Para Walisongo
Dalam Buku Seri Jejak Para Wali karya Lilis Suryani disebutkan Maulana Malik Ibrahim adalah anak dari seorang ulama Persia, bernama Maulana Jumadil Kubro, yang menetap di Samarkand. Maulana Jumadil Kubro diyakini sebagai keturunan ke-10 dari Syayidina Husein, cucu Nabi Muhammad SAW.Nasab As-Sayyid Maulana Malik Ibrahim tercantum dalam catatan dari As-Sayyid Bahruddin Ba’alawi Al-Husaini yang kumpulan catatannya kemudian dibukukan dalam Ensiklopedi Nasab Ahlul Bait yang terdiri dari beberapa jilid.
Dalam catatan itu tertulis: As-Sayyid Maulana Malik Ibrahim bin As-Sayyid Barakat Zainal Alam bin As-Sayyid Husain Jamaluddin bin As-Sayyid Ahmad Jalaluddin bin As-Sayyid Abdullah bin As-Sayyid Abdul Malik Azmatkhan bin As-Sayyid Alwi Ammil Faqih bin As-Sayyid Muhammad Shahib Mirbath bin As-Sayyid Ali Khali’ Qasam bin As-Sayyid Alwi bin As-Sayyid Muhammad bin As-Sayyid Alwi bin As-Sayyid Ubaidillah bin Al-Imam Ahmad Al-Muhajir bin Al-Imam Isa bin Al-Imam Muhammad bin Al-Imam Ali Al-Uraidhi bin Al-Imam Ja’far Shadiq bin Al-Imam Muhammad Al-Baqir bin Al-Imam Ali Zainal Abidin bin Al-Imam Al-Husain bin Sayyidah Fathimah Az-Zahra/Ali bin Abi Thalib, binti Nabi Muhammad Rasulullah.
Maulana Malik Ibrahim lahir di Samarkand, Asia Tengah, pada paruh awal abad 14. Babad Tanah Jawi versi Meinsma menyebutkan Maulana Malik Ibrahim kadang juga disebut sebagai Syekh Magribi. Sebagian rakyat malah menyebutnya Kakek Bantal. Maulana Malik Ibrahim bersaudara dengan Maulana Ishak, ulama terkenal di Samudra Pasai, sekaligus ayah dari Sunan Giri (Raden Paku).
Maulana Malik Ibrahim pernah bermukim di Campa, sekarang Kamboja, selama 13 tahun sejak tahun 1379. Ia malah menikahi putri raja, yang memberinya dua putra. Mereka adalah Raden Rahmat (dikenal dengan Sunan Ampel) dan Sayid Ali Murtadha alias Raden Santri.
Lihat Juga :