Lagu Tombo Ati: Nasihat Sunan Bonang dari Referensi Banyak Kitab
Jum'at, 23 Februari 2024 - 10:09 WIB
loading...
Makam Sunan Bonang, pencipta lagu Tombo Ati. Ilustrasi: Flickr
A
A
A
Lagu “Tombo Ati” atau " Obat Hati " seringkali diputar menjelang atau ketika Ramadan . Konon, lagu ini sebagai ajaran Sunan Bonang atau Raden Maulana Makhdum Ibrahim di Tuban, Jawa Timur (1465-1525 M). Lagu ini didendangkan secara turun menurun karena diajarkan pada murid-murid Sunan.
Sejatinya syair lagu "Tombo Ati" jika dilacak asal usulnya, ditemukan bahwa ajaran ini ditemukan dalam kitab Majmu’ Rasa’il Ibnu Rajab yang merupakan kumpulan risalah Ibnu Rajab al-Hanbali (1335-1393 M).
Selain dalam karya Ibnu Rajab, ajaran ini juga ditemukan sebagai nasihat Ibrahim al-Khawash (wafat 903 M) yang dikutip dalam kitab Dzam al-Hawa karya Ibnu Jauzi (1116-1201 M). Tidak itu saja. Nasihat ini juga diberikan oleh Yahya bin Mu’adz ar-Razi (830-871 M) yang ditulis dalam karyanya, kitab Dzam Qaswat al-Qalb.
Baca juga: Takluknya Brandal Lokajaya kepada Sunan Bonang
Nasihat ringkas dan mendalam dalam untaian syair ini menjadi populer di masyarakat Islam di pulau Jawa, lalu dipopulerkan secara lebih luas karena dilagukan dalam bahasa Indonesia oleh Opick pada tahun 2005. Hingga kini, lagu ini masih terus populer dengan kreasi baru dan di-cover oleh banyak orang di media sosial.
Ini membuktikan bahwa mengajarkan kebaikan dengan media lagu atau syair menjadikan ajaran itu menjadi lebih mudah diingat dan tersimpan dalam memori jangka panjang.
Lima Obat Hati
Pertama, Membaca Al-Qur’an dan Maknanya (Qiraat Al-Qur’an bi at-Tadabbur)
Membaca Al-Qur’an dengan makna terjemah yang direnungi (tadabbur) menjadi lebih bermakna dan menghidupkan hati. Jika Hanya dengan membaca saja mampu menguatkan batin seseorang, membaca setiap ayat dengan perlahan dan perenungan akan menjadikan seseorang setidaknya paham dengan makna umumnya dan tidak sekadar membacanya dengan singkat.
Kedua, Mendirikan Salat Malam (Qiyam al-Lail)
Bangun dan memohon kepada Allah di waktu sepertiga malam merupakan terapi yang memiliki dampak positif yang kuat bagi kondisi diri seseorang.
Baca juga: Kisah Sunan Kalijaga Menjaga Tongkat Sakti Sunan Bonang
Sejatinya syair lagu "Tombo Ati" jika dilacak asal usulnya, ditemukan bahwa ajaran ini ditemukan dalam kitab Majmu’ Rasa’il Ibnu Rajab yang merupakan kumpulan risalah Ibnu Rajab al-Hanbali (1335-1393 M).
Selain dalam karya Ibnu Rajab, ajaran ini juga ditemukan sebagai nasihat Ibrahim al-Khawash (wafat 903 M) yang dikutip dalam kitab Dzam al-Hawa karya Ibnu Jauzi (1116-1201 M). Tidak itu saja. Nasihat ini juga diberikan oleh Yahya bin Mu’adz ar-Razi (830-871 M) yang ditulis dalam karyanya, kitab Dzam Qaswat al-Qalb.
Baca juga: Takluknya Brandal Lokajaya kepada Sunan Bonang
Nasihat ringkas dan mendalam dalam untaian syair ini menjadi populer di masyarakat Islam di pulau Jawa, lalu dipopulerkan secara lebih luas karena dilagukan dalam bahasa Indonesia oleh Opick pada tahun 2005. Hingga kini, lagu ini masih terus populer dengan kreasi baru dan di-cover oleh banyak orang di media sosial.
Ini membuktikan bahwa mengajarkan kebaikan dengan media lagu atau syair menjadikan ajaran itu menjadi lebih mudah diingat dan tersimpan dalam memori jangka panjang.
Lima Obat Hati
Pertama, Membaca Al-Qur’an dan Maknanya (Qiraat Al-Qur’an bi at-Tadabbur)
Membaca Al-Qur’an dengan makna terjemah yang direnungi (tadabbur) menjadi lebih bermakna dan menghidupkan hati. Jika Hanya dengan membaca saja mampu menguatkan batin seseorang, membaca setiap ayat dengan perlahan dan perenungan akan menjadikan seseorang setidaknya paham dengan makna umumnya dan tidak sekadar membacanya dengan singkat.
Kedua, Mendirikan Salat Malam (Qiyam al-Lail)
Bangun dan memohon kepada Allah di waktu sepertiga malam merupakan terapi yang memiliki dampak positif yang kuat bagi kondisi diri seseorang.
Baca juga: Kisah Sunan Kalijaga Menjaga Tongkat Sakti Sunan Bonang
Lihat Juga :