Awal Islam Jadi Penguasa di Eropa: Kisah 500 Penyusup Dipimpin Tharif bin Malik
Selasa, 20 Agustus 2024 - 12:17 WIB
George Nafziger dan Mark Walton dalam buku "Islam at War: A History" (Westport: Praeger, 2003) menyebut naik takhtanya Roderick pada tahun 710 membuat Julian bertindak cepat untuk mengalahkan Roderick di Toledo.
Menanggapi permintaan Julian, pada tahun 710, Musa bin Nushair menugaskan Thariq bin Ziyad untuk memulai invasi menaklukkan Visigoth sesuai dengan permintaan Julian.
Thariq selaku jenderal menugaskan bawahannya yang bernama Tharif bin Malik untuk menyeberangi Selat Gibraltar. Tharif membawa 100 tentara Arab dan 400 tentara Berber dengan empat kapal milik Julian dari Pelabuhan Cueta.
Tugas Tharif dan pasukannya adalah membaca keadaan geografis Andalusia dengan menyusuri pantai selatan. Dapat dikatakan bahwa Tharif bin Malik dan pasukan yang dibawa adalah tentara penyusup yang mengumpulkan data-data untuk mempersiapkan kira-kira di daerah mana pasukan utama akan didaratkan, serta memberikan informasi mengenai pertahanan Kerajaan Visigoth.
Jadi dari fakta sejarah tersebut dalam menaklukkan Andalusia yang dikuasai Visigoth, pasukan Kekhalifahan Ummayah telah mempunyai strategi yang luar biasa dalam militer. Tentu pengiriman tersebut diduga saran dari Julian mengingat keadaan alam antara Andalusia dengan Maghrib sangat kontras.
Baca juga: Begini Sejarah Singkat Muslim di Andalusia
Selanjutnya, untuk mengenang keberanian Tharif, namanya diabadikan menjadi nama kota di Andalusia yang bernama Tarifa.
Menanggapi permintaan Julian, pada tahun 710, Musa bin Nushair menugaskan Thariq bin Ziyad untuk memulai invasi menaklukkan Visigoth sesuai dengan permintaan Julian.
Thariq selaku jenderal menugaskan bawahannya yang bernama Tharif bin Malik untuk menyeberangi Selat Gibraltar. Tharif membawa 100 tentara Arab dan 400 tentara Berber dengan empat kapal milik Julian dari Pelabuhan Cueta.
Tugas Tharif dan pasukannya adalah membaca keadaan geografis Andalusia dengan menyusuri pantai selatan. Dapat dikatakan bahwa Tharif bin Malik dan pasukan yang dibawa adalah tentara penyusup yang mengumpulkan data-data untuk mempersiapkan kira-kira di daerah mana pasukan utama akan didaratkan, serta memberikan informasi mengenai pertahanan Kerajaan Visigoth.
Jadi dari fakta sejarah tersebut dalam menaklukkan Andalusia yang dikuasai Visigoth, pasukan Kekhalifahan Ummayah telah mempunyai strategi yang luar biasa dalam militer. Tentu pengiriman tersebut diduga saran dari Julian mengingat keadaan alam antara Andalusia dengan Maghrib sangat kontras.
Baca juga: Begini Sejarah Singkat Muslim di Andalusia
Selanjutnya, untuk mengenang keberanian Tharif, namanya diabadikan menjadi nama kota di Andalusia yang bernama Tarifa.
(mhy)
Lihat Juga :