Kisah Kekhalifahan Cordoba: Islam Menjadi Cahaya Eropa
Kamis, 22 Agustus 2024 - 21:03 WIB
Kekhalifahan Cordoba menemukan kejayaannya pada masa Abd al-Rahman III atau khalifah pertama. Foto/Ilustrasi: Forbes
Kekhalifahan Cordoba didirikan oleh Abd al-Rahman III yang merupakan keturunan dari Abd al-Rahman al-Dakhil. Pada Januari 929 ia menobatkan dirinya sendiri menjadi khalifah di dunia Islam .
Jadi pada waktu itu di dunia Islam ada3 khalifah. Pertama, Khalifah Abbasiyah yang bernama al-Muqtadir Billah di Bagdad. Kedua, adalah Khalifah Fathimiyah yang bernama Abu Muhammad Abdullah al-Mahdi di Mahdia. Terakhir, adalah Abd al-Rahman III di Cordoba.
Jati Pamungkas, S.Hum, M.A. dalam bukunya berjudul "Perang Salib Timur dan Barat, Misi Merebut Yerusalem dan Mengalahkan Pasukan Islam di Eropa" mengatakankeberanian Abd al-Rahman III menobatkan dirinya menjadi khalifah tidak lain karena lemahnya kontrol politik dan militer Kekhalifahan Abbasiah di wilayah Mesir ke barat.
Baca juga: Sejarah Berdirinya Emirat Cordoba: Kisah Heroik Abdurahman Al-Dakhil
Kala itu, wilayah barat Mesir tidak dapat dikuasai secara sempurna oleh Kekhalifahan Abbasiyah karena lemahnya jangkauan militer Abbasiyah serta tidak loyalnya gubernur-gubernur di barat Mesir.
Setelah Abd alRahman, tercatat Abd al-Rahman bin Bahram bin Rustam mendirikan Dinasti Rustamiyah di Tahart pada tahun 767 karena tercatat sebagai musuh politik Abbasiyah. Pada tahun 788, Idris bin Abdallah mendirikan Dinasti Idrisiah di Maghrib. Idris juga merupakan musuh Abbasiyah.
Abd al-Rahman bin Bahram beraliran Khawarij sedangkan Idris bin Abdallah beraliran Islam Syiah . Khawarij dan Syiah dilarang keras di Abbasiyah.
"Faktor lainnya adalah Abd al-Rahman ingin menunjukkan bahwa kejayaan Kekhalifahan Umayyah masih ada yaitu di ujung barat dunia Islam, tepatnya di tanah Andalusia ," ujarnya.
Selama 73 tahun keturunan Kekhalifahan Umayyah tidak berani menunjukkan keberaniannya dalam perpolitikan Islam. Selama 73 tahun itu pula mereka hanya bergelar emir di daerah yang sangat jauh dari jangkauan Baghdad. Jauhnya jarak membuat Emirat Cordoba tidak mempunyai pengaruh politik di dunia Islam, dan juga karena jauhnya jarak tersebut, Emirat Cordoba aman dari serangan-serangan antara sesama Islam yang kekuatannya lebih menakutkan dari kerajaan-kerajaan Kristen di Eropa.
Baca juga: Abdurrahman ad-Dakhil: Lolos dari Eksekusi, Membangun Bani Umayyah di Spanyol
Di selatan Andalusia terdapat kekuatan Dinasti Idrisiah, Dinasti Rustamiah, dan juga Dinasti Aghlabiah. Dinasti Aghlabiah didirikan atas persetujuan dari Khalifah Abbasiyah Harun al-Rasyid yang menginginkan Dinasti Aghlabiah sebagai alat Baghdad untuk meruntuhkan Cordoba.
Sejak diubahnya status emirat menjadi kekhalifahan, pengaruh Cordoba semakin kuat dalam politik Islam. Tepatnya pada tahun 1000, Islam mempunyai tiga kota yang paling menakjubkan bila dilihat dari kemegahan arsitekturnya; juga dari kehidupan penduduknya yang makmur, modern, serta intelektual.
Kota-kota tersebut adalah Baghdad, Kairo, dan Cordoba. Kota di dunia yang dapat menyaingi ketiga kota tersebut hanyalah Konstantinopel di Eropa dan Beijing di Asia.
Jadi pada waktu itu di dunia Islam ada3 khalifah. Pertama, Khalifah Abbasiyah yang bernama al-Muqtadir Billah di Bagdad. Kedua, adalah Khalifah Fathimiyah yang bernama Abu Muhammad Abdullah al-Mahdi di Mahdia. Terakhir, adalah Abd al-Rahman III di Cordoba.
Jati Pamungkas, S.Hum, M.A. dalam bukunya berjudul "Perang Salib Timur dan Barat, Misi Merebut Yerusalem dan Mengalahkan Pasukan Islam di Eropa" mengatakankeberanian Abd al-Rahman III menobatkan dirinya menjadi khalifah tidak lain karena lemahnya kontrol politik dan militer Kekhalifahan Abbasiah di wilayah Mesir ke barat.
Baca juga: Sejarah Berdirinya Emirat Cordoba: Kisah Heroik Abdurahman Al-Dakhil
Kala itu, wilayah barat Mesir tidak dapat dikuasai secara sempurna oleh Kekhalifahan Abbasiyah karena lemahnya jangkauan militer Abbasiyah serta tidak loyalnya gubernur-gubernur di barat Mesir.
Setelah Abd alRahman, tercatat Abd al-Rahman bin Bahram bin Rustam mendirikan Dinasti Rustamiyah di Tahart pada tahun 767 karena tercatat sebagai musuh politik Abbasiyah. Pada tahun 788, Idris bin Abdallah mendirikan Dinasti Idrisiah di Maghrib. Idris juga merupakan musuh Abbasiyah.
Abd al-Rahman bin Bahram beraliran Khawarij sedangkan Idris bin Abdallah beraliran Islam Syiah . Khawarij dan Syiah dilarang keras di Abbasiyah.
"Faktor lainnya adalah Abd al-Rahman ingin menunjukkan bahwa kejayaan Kekhalifahan Umayyah masih ada yaitu di ujung barat dunia Islam, tepatnya di tanah Andalusia ," ujarnya.
Selama 73 tahun keturunan Kekhalifahan Umayyah tidak berani menunjukkan keberaniannya dalam perpolitikan Islam. Selama 73 tahun itu pula mereka hanya bergelar emir di daerah yang sangat jauh dari jangkauan Baghdad. Jauhnya jarak membuat Emirat Cordoba tidak mempunyai pengaruh politik di dunia Islam, dan juga karena jauhnya jarak tersebut, Emirat Cordoba aman dari serangan-serangan antara sesama Islam yang kekuatannya lebih menakutkan dari kerajaan-kerajaan Kristen di Eropa.
Baca juga: Abdurrahman ad-Dakhil: Lolos dari Eksekusi, Membangun Bani Umayyah di Spanyol
Di selatan Andalusia terdapat kekuatan Dinasti Idrisiah, Dinasti Rustamiah, dan juga Dinasti Aghlabiah. Dinasti Aghlabiah didirikan atas persetujuan dari Khalifah Abbasiyah Harun al-Rasyid yang menginginkan Dinasti Aghlabiah sebagai alat Baghdad untuk meruntuhkan Cordoba.
Sejak diubahnya status emirat menjadi kekhalifahan, pengaruh Cordoba semakin kuat dalam politik Islam. Tepatnya pada tahun 1000, Islam mempunyai tiga kota yang paling menakjubkan bila dilihat dari kemegahan arsitekturnya; juga dari kehidupan penduduknya yang makmur, modern, serta intelektual.
Kota-kota tersebut adalah Baghdad, Kairo, dan Cordoba. Kota di dunia yang dapat menyaingi ketiga kota tersebut hanyalah Konstantinopel di Eropa dan Beijing di Asia.
Lihat Juga :