Kisah Kekhalifahan Cordoba: Islam Menjadi Cahaya Eropa

Kamis, 22 Agustus 2024 - 21:03 WIB
Tidak hanya Cordoba, Kekhalifahan Cordoba juga mempunyai kota-kota lainnya yang tidak kalah indah dengan Cordoba sendiri, yaitu Sevilla, Toledo, Malaga, dan Granada.

Pada waktu itu Cordoba adalah kota terbesar dan teramai di Eropa karena memiliki penduduk terbanyak. Cordoba tidak hanya menjadi pusat pemerintahan, namun juga menjadi kota perdagangan dan kota tempat kaum intelektual mengasah pemikiran dan mencari ilmu. Keberadaan kaum intelektual dan kaum pelajar didukung adanya sebuah universitas yang terkenal di Eropa yang bernama Universitas Cordoba dan puluhan perpustakaan di seluruh kekuasaan Kekhalifahan Cordoba.

Baca juga: Lubna dari Cordoba : Sosok Muslimah Pejuang Literasi di Eropa

Cordoba adalah kota pemuda seluruh Eropa belajar ilmu pengetahuan, khususnya tentang kedokteran dan sains. Tanpa Kekhalifahan Cordoba, Eropa tidak akan pernah menemukan Renaisans dan tentunya nanti akan melahirkan revolusi industri.

Kekhalifahan Cordoba menemukan kejayaannya pada masa Abd al-Rahman III atau khalifah pertama. Pada waktu itu, Kekhalifahan Cordoba menjadi sinar terang di Eropa karena kerajaan-kerajaan Kristen di Eropa masih terkekang oleh aturan gereja. Masyarakat Eropa hidup dalam keterbatasan sehingga melahirkan keterbelakangan level peradaban yang dikenal sebagai abad kegelapan.

Jati Pamungkas mengatakan masa-masa kegelapan tidak hanya penduduknya hidup dalam kemiskinan, namun juga kebodohan. Pada waktu itu, kemakmuran hanyalah milik bangsawan.

"Jadi abad kegelapan di Eropa bukanlah arti sempit dikarenakan Eropa telah terkepung oleh Islam di selatan dan Mongol di timur, namun lebih karena Eropa terjebak dalam kehidupan yang miskin dan bodoh akibat struktur sosial mereka sendiri," kata Jati Pamungkas.

Baca juga: Begini Sejarah Singkat Muslim di Andalusia

Mereka tidak mampu mengembangkan ilmu-ilmu yang ditemukan pada masa peradaban Yunani. Selain itu, gereja sangat mendominasi kehidupan sosial, dan hukum gereja adalah segalanya. Kota-kota besar di Eropa seperti London dan Paris pada waktu itu masih gelap gulita dan banyak terdapat kubangan lumpur, sementara jalan di kota-kota Kekhalifahan Cordoba diterangi dengan cahaya lampu api dan jalannya ditata dengan batu agar memudahkan transportasi dan distribusi barang.
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!