Ketika Muhammad bin Wasi' Diuji dengan Sebuah Mahkota

Kamis, 27 Agustus 2020 - 10:17 WIB
Tawaran itu disetujui oleh Yazid. Mereka diharuskan membayar 700 dirham secara bertahap. Pertama kali harus membayar 400 dirham, kemudian menyerahkan 400 ekor unta bermuatan za’faran (kunyit) dan 400 orang yang setiap orangnya membawa satu gelas perak, memakai topi dari sutera dan beludru dan mengenakan mantel seperti yang dikenakan oleh istri prajurit-prajurit mereka.

Perang pun usai, Yazid bin Muhallab berkata kepada bendaharanya, “Sisihkan sebagian ghanimah itu untuk kita. Berikan sebagai imbalan jasa kepada yang berhak.” Bendahara bersama orang yang bersamanya berusaha menghitung namun tak mampu, lalu ghanimah itu dibagi atas dasar kerelaan…

Baca juga: Salamah Bin Dinar: Tiap Anggota Tubuh Kita, Berhak untuk Disyukuri

Di antara ghanimah itu, ditemukan pula oleh kaum muslimin sebuah mahkota terbuat dari emas murni bertatahkan intan permata beraneka warna dalam ukiran yang indah dipandang mata. Yazid mengacungkan tinggi-tinggi agar semua bisa melihat, lalu berkata, “Adakah kalian melihat orang yang tak menginginkan benda ini?” Mereka berkata, “Semoga Allah memperbagus keadaan amir, siapa pula yang akan menolak barang itu?”

Yazid berkata, “Kalian akan melihat bahwa di antara ummat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam senantiasa ada yang tidak menginginkan harta ini ataupun yang semacam dengan ini yang ada di atas bumi.” Kemudian beliau memanggil pembantunya dan berkata, “Carilah Muhammad bin Waasi’!”

Utusan itu mendapatkan syaikh tua itu berada di suatu tempat yang sunyi, sedang beristighfar, bersyukur dan berdo’a. Utusan itu berkata, “Amir Yazid memanggil Anda sekarang juga.” Beliau berdiri mengikuti utusan tersebut menghadap amir Yazid, beliau memberi salam lalu duduk di dekatnya. Amir menjawab salam dengan yang lebih baik, lalu mengambil mahkota tadi dan berkata:

Baca juga: Kisah Tabi’in Amir bin Abdillah At-Tamimi

Yazid, “Wahai Abu Adillah, pasukan muslimin telah menemukan mahkota yang sangat berharga ini. Aku melihat andalah yang layak untuknya, sehingga kujadikan ia sebagai bagianmu dan orang-orang telah setuju.”

Muhammad, “Anda menjadikan ini sebagai bagianku wahai Amir?”

Yazid, “Benar, ini bagianmu.”

Muhammad, “Aku tidak memerlukannya. Semoga Allah membalas kebaikan Anda dan mereka.”

Yazid, “Aku telah bersumpah bahwa engkaulah yang harus mengambil ini.”

Dengan terpaksa Muhammad bin Waasi’ menerimanya dikarenakan sumpah amirnya. Setelah itu beliau mohon diri sambil membawa mahkota tersebut. Orang-orang yang tak mengenalnya berkata sinis, “Nyatanya dia bawa juga harta itu.”

Baca juga: Guru Yahudi Ini Anggap di Surga Itu Aneh, Makan Tapi Tidak Buang Air Besar

Sementara Yazid memerintahkan seseorang untuk menguntit syaikh itu dengan diam-diam untuk melihat apa yang hendak dilakukannya terhadap benda itu, lalu memberitahukan kabar tentangnya. Maka pergilah seseorang mengikuti beliau tanpa sepengetahuannya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!