Tidak Akan Masuk Surga Orang yang Durhaka kepada Orang Tua

Selasa, 17 September 2024 - 16:48 WIB
Syaikh Yusuf Al-Qardhawi. Foto/Ilustrasi: al Jazeera
Kewajiban anak terhadap orang tua, yaitu berbuat baik, taat dan menghormat. Ini sesuai dengan panggilan fitrah yang harus dipenuhi dengan sebaik-baiknya.

"Dan yang lebih hebat lagi ialah hak ibu, sebab dialah yang paling berat menanggung penderitaan waktu mengandung, melahirkan, menyusui, dan mengasuh," tulis Syaikh Yusuf al-Qardhawi dalam bukunya yang diterjemahkan H. Mu'ammal Hamidy berjudul "Halal dan Haram dalam Islam" (PT Bina Ilmu, 1993).

Firman Allah Ta'ala: "Dan kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada ibu-bapaknya, ibunya telah mengandung dia dengan susah-payah dan melahirkannya dengan susah-payah pula; mengandung dan menyusuinya selama 30 bulan." ( QS al-Ahqaf : 16)

Baca juga: Agar Anak Tidak Durhaka pada Orang Tuanya

Diriwayatkan: Ada seorang laki-laki datang kepada Nabi dan bertanya: "Siapakah manusia yang lebih berhak saya kawani dengan baik?"

Beliau menjawab: "Ibumu!"

Dia bertanya lagi: "Kemudian siapa?"

Beliau menjawab: "Ibumu!"

Dia bertanya lagi: "Kemudian siapa lagi?"

Beliau menjawab: "Ibumu!"

Dia bertanya lagi: "Kemudian siapa lagi?"

Beliau menjawab: "Ayahmu!" (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Al-Qardhawi menjelaskan Nabi anggap durhaka kepada dua orang tua itu sebagai dosa besar, sesudah syirik. Begitulah sebagaimana ungkapan al-Quran.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!