Kisah Tragedi Dendam Khalifah Sulaiman: Menahan Pahlawan Spanyol
Jum'at, 20 September 2024 - 20:06 WIB
Musa adalah pahlawan yang membebaskan Spanyol. Di masa Khalifah Sulaiman ia disiksa dan dimasukkannya dalam penjara. Ilustrasi; Ist
Sulaiman bin Abdul Malik memerintah pada tahun 715 - 717 M. Ia dilahirkan pada tahun 54 H, menggantikan saudaranya al-Walid. Hal ini berarti terjadi pengangkatan dua putra mahkota oleh Abdul Malik.
Sebelum al-Walid meninggal, dia pernah bermaksud memecat Sulaiman sebagai putra mahkota. Dalam hal ini al-Walid meminta nasehat kepada para penasehat dan panglima-panglimanya.
Ketiga panglimanya, al-Hajjaj bin Yusuf , Muhamad bin Qasim, dan Quthaibah bin Muslim menyetujui maksud tersebut, tetapi Umar bin Abdul Aziz menentangnya dan mengatakan kepada al-Walid:
"Bai’at dan sumpah setia kepadamu dan saudaramu Sulaiman adalah satu, tidak dapat dibagi-bagi," ujar Umar bin Abdul Aziz sebagaimana dikutip dalam buku berjudul "Sejarah Peradaban Islam" karya Syamruddin Nasution.
Baca juga: Kisah Khalifah Sulaiman Menunjuk Umar bin Abdul Aziz sebagai Penggantinya
Karena mendapat tantangan yang hebat, keinginan alWalid tidak dapat terlaksana, tetapi usaha al-Walid untuk menggeser putra mahkota dari saudaranya kepada anaknya telah berakibat jelek pada masa pemerintahan Sulaiman, diliputi suasana kebencian dan pembunuhan.
Al-Hajjaj meninggal dunia sebelum al-Walid. Dia pun terbebas dari kebencian Sulaiman, tetapi Muhammad bin Qasim dan Quthaibah bin Muslim telah dibunuh oleh Sulaiman.
Demikian juga keluarga Al-Hajjaj. Keluarga Muhammad al-Qasim dan keluarga Quthaibah bin Muslim mendapat siksaan dari khalifah Sulaiman.
Lain halnya dengan Musa bin Nusair. Saat dalam perjalanan pulang dari Andalusia membawa hadiah-hadiah dan bingkisan-bingkisan untuk khalifah al Walid yang sedang sakit, Sulaiman menulis surat kepada Musa agar memperlambat perjalanan dengan harapan al-Walid wafat sebelum barang-barang itu sampai. Akan tetapi, Musa menolak permintaan itu hingga dia sampai ke Damaskus sebelum alWalid wafat.
Baca juga: Makam Khalifah Umar bin Abdul Aziz Digali dan Dihancurkan
Sebelum al-Walid meninggal, dia pernah bermaksud memecat Sulaiman sebagai putra mahkota. Dalam hal ini al-Walid meminta nasehat kepada para penasehat dan panglima-panglimanya.
Ketiga panglimanya, al-Hajjaj bin Yusuf , Muhamad bin Qasim, dan Quthaibah bin Muslim menyetujui maksud tersebut, tetapi Umar bin Abdul Aziz menentangnya dan mengatakan kepada al-Walid:
"Bai’at dan sumpah setia kepadamu dan saudaramu Sulaiman adalah satu, tidak dapat dibagi-bagi," ujar Umar bin Abdul Aziz sebagaimana dikutip dalam buku berjudul "Sejarah Peradaban Islam" karya Syamruddin Nasution.
Baca juga: Kisah Khalifah Sulaiman Menunjuk Umar bin Abdul Aziz sebagai Penggantinya
Karena mendapat tantangan yang hebat, keinginan alWalid tidak dapat terlaksana, tetapi usaha al-Walid untuk menggeser putra mahkota dari saudaranya kepada anaknya telah berakibat jelek pada masa pemerintahan Sulaiman, diliputi suasana kebencian dan pembunuhan.
Al-Hajjaj meninggal dunia sebelum al-Walid. Dia pun terbebas dari kebencian Sulaiman, tetapi Muhammad bin Qasim dan Quthaibah bin Muslim telah dibunuh oleh Sulaiman.
Demikian juga keluarga Al-Hajjaj. Keluarga Muhammad al-Qasim dan keluarga Quthaibah bin Muslim mendapat siksaan dari khalifah Sulaiman.
Lain halnya dengan Musa bin Nusair. Saat dalam perjalanan pulang dari Andalusia membawa hadiah-hadiah dan bingkisan-bingkisan untuk khalifah al Walid yang sedang sakit, Sulaiman menulis surat kepada Musa agar memperlambat perjalanan dengan harapan al-Walid wafat sebelum barang-barang itu sampai. Akan tetapi, Musa menolak permintaan itu hingga dia sampai ke Damaskus sebelum alWalid wafat.
Baca juga: Makam Khalifah Umar bin Abdul Aziz Digali dan Dihancurkan
Lihat Juga :