7 Fadilah Surat Al An'am 103, Salah Satunya Bisa Datangkan Hujan
Jum'at, 27 September 2024 - 07:26 WIB
Terdapat tujuh fadilah Surat Al Anam 103 jika menganut pada kitab Syamsul A’immah. Surat Al Anam adalah surah ke-6 dalam Al Quran yang terdiri dari 165 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah. Foto ilustrasi/ist
Terdapat tujuh fadhilah Surat Al An'am 103 jika menganut pada kitab Syamsul A’immah. Surat Al An'am adalah surah ke-6 dalam Al Quran yang terdiri dari 165 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah.
Surat Al-An’am ayat 103 sebenarnya menjelaskan tentang sifat Allah SWT yang tidak bisa dilihat. Sebab, Allah bersifat immateril, sehingga tidak bisa dijangkau oleh penglihatan manusia.
Allah SWT Berfirman :
Laa tudrikuhul absaaru wa Huwa yudrikul absaara wa huwal Latiiful Khabiir
Artinya : "Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala penglihatan itu, dan Dialah Yang Mahahalus, Mahateliti."
Surat Al-An’am ayat 103 mengandung pujian dan kesempurnaan. Allah adalah zat yang Mahatinggi, sehingga harus dipuji dengan sesuatu yang melekat pada ketiadaan mutlak.
Allah tetap bisa dilihat, tetapi tidak bisa dilihat dan dicapai oleh penglihatan mata biasa. Ini karena keagungan dan kemuliaan yang melekat pada-Nya.
Allah menjelaskan hakikat dan keagungan diri-Nya sebagai penegasan dari sifat-sifat-Nya yang telah dijelaskan dalam ayat tersebut. Dzat-Nya Yang Agung tidak dapat dijangkau oleh indera manusia, karena indera manusia itu memang diciptakan dalam susunan yang tidak siap untuk melihat Dzat-Nya.
Namun ketentuan ini hanya berlaku di dunia. Sebab, di akhirat kelak manusia yang beriman akan diberikan keistimewaan untuk melihat Allah SWT. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya kalian akan melihat Rabb kalian sebagaimana kalian melihat bulan ini. Kalian tidak akan kesulitan (ragu) ketika melihatnya. Jika kalian mampu untuk tidak ketinggalan shalat sebelum terbitnya fajar dan sebelum terbenamnya matahari maka lakukanlah.” (HR. Bukhari)
1. Membaca tujuh kali ayat ini akan dimudahkan segala urusan rezekinya.
Surat Al-An’am ayat 103 sebenarnya menjelaskan tentang sifat Allah SWT yang tidak bisa dilihat. Sebab, Allah bersifat immateril, sehingga tidak bisa dijangkau oleh penglihatan manusia.
Allah SWT Berfirman :
لَا تُدۡرِكُهُ الۡاَبۡصَارُ وَهُوَ يُدۡرِكُ الۡاَبۡصَارَۚ وَهُوَ اللَّطِيۡفُ الۡخَبِيۡرُ
Laa tudrikuhul absaaru wa Huwa yudrikul absaara wa huwal Latiiful Khabiir
Artinya : "Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala penglihatan itu, dan Dialah Yang Mahahalus, Mahateliti."
Surat Al-An’am ayat 103 mengandung pujian dan kesempurnaan. Allah adalah zat yang Mahatinggi, sehingga harus dipuji dengan sesuatu yang melekat pada ketiadaan mutlak.
Allah tetap bisa dilihat, tetapi tidak bisa dilihat dan dicapai oleh penglihatan mata biasa. Ini karena keagungan dan kemuliaan yang melekat pada-Nya.
Allah menjelaskan hakikat dan keagungan diri-Nya sebagai penegasan dari sifat-sifat-Nya yang telah dijelaskan dalam ayat tersebut. Dzat-Nya Yang Agung tidak dapat dijangkau oleh indera manusia, karena indera manusia itu memang diciptakan dalam susunan yang tidak siap untuk melihat Dzat-Nya.
Namun ketentuan ini hanya berlaku di dunia. Sebab, di akhirat kelak manusia yang beriman akan diberikan keistimewaan untuk melihat Allah SWT. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya kalian akan melihat Rabb kalian sebagaimana kalian melihat bulan ini. Kalian tidak akan kesulitan (ragu) ketika melihatnya. Jika kalian mampu untuk tidak ketinggalan shalat sebelum terbitnya fajar dan sebelum terbenamnya matahari maka lakukanlah.” (HR. Bukhari)
7 Fadilah Surat Al An'am 103
Surat Al An'am ayat 103 ini diyakini memiliki keutamaan atau fadhilah yang besar bagi kehidupan setiap umat muslim. Dalam kitab Syamsul A’immah disebutkan jika fadhilah surat Al An'am adalah sebagai berikut :1. Membaca tujuh kali ayat ini akan dimudahkan segala urusan rezekinya.
Lihat Juga :