5 Fakta Penyerangan Israel Terhadap Pasukan TNI Bertugas di PBB, 2 Orang Terluka Akibat dari Konfrontasi Tersebut

Sabtu, 12 Oktober 2024 - 13:01 WIB
Dijelaskan bahwa aksi oleh Israel tersebut yang mengakibatkan terancamnya keamanan Penjaga Perdamaian UNIFIL terjadi Karena aksi ekspansi penyerangan Israel ke Lebanon.

3. Reaksi dari UNIFIL dan Dunia

Selain pernyataan dari Kepala Pasukan Penjaga Perdamaian PBB, Jeane-Pierre Lacroix. Adapun reaksi dari UNIFIL sendiri serta negara-negara di dunia.

Juru Bicara UNIFIL, Andrea Teneti mengatakan bahwa konfrontasi tersebut merupakan pengembangan yang “Sangat serius”

Dijelaskan lebih lanjut oleh Teneti pada saat itu, Israel meminta kepada Penjaga Perdamaian untuk berpindah ke “Posisi Spesifik” dekat perbatasan. Akan tetapi, menjadi hal penting untuk UNIFIL menetapkan bendera dan posisi mereka di Lebanon Selatan.

Untuk reaksi dari negara lain, Amerika Serikat merasa sangat prihatin dengan laporan Israel menembak penjaga perdamaian UNIFIL di Lebanon.

Mereka menyadari bahwa Israel sedang melakukan operasi mereka dalam memburu Hizbullah dekat Garis Biru. Akan tetapi Amerika Serikat menegaskan bahwa operasi tersebut harus menjaga keamanan dan keselamatan dari penjaga perdamaian.

4. Israel menganggap Hizbullah beroperasi di daerah UNIFIL

Israel sendiri berargumen terhadap mengapa mereka melakukan konfrontasi tersebut.

Militer Israel mengatakan bahwa penembakan oleh pasukan Israel di dekat daerah UNIFIL tersebut setelah menyuruh untuk UNIFIL berada di daerah aman.

Dalam pernyataan mereka, terdapat pejuang Hizbullah yang beroperasi di dalam dan sekitar daerah sipil Lebanon Selatan. Termasuk daerah di dekat pos UNIFIL.

Duta besar Israel, Danny Danon merekomendasi bagi Penjaga Kedamaian UNIFIL untuk merelokasi wilayah mereka lima kilometer ke utara.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!