Kisah Pemberontakan Azerbaijan dan Armenia di Era Utsman bin Affan
Senin, 14 Oktober 2024 - 05:15 WIB
Baca juga: Kisah Cinta Utsman bin Affan dan Ruqayyah: Dua Kali Hijrah
Akan tetapi ketika Habib bertempur menghadapi pasukan Romawi sebelum datang bala bantuan itu, dalam pertempuran ini ia sudah memperoleh kemenangan. Hal ini menunjukkan bahwa dia memang cerdas dan berani. Tatkala ia sedang berpikir-pikir hendak melakukan penyerangan istrinya bertanya:
"Di mana tempat kita bertemu?"
"Di kemah si tiran itu atau di surga," jawabnya.
Sesampainya ia di kemah, istrinya itu sudah di sana. Ketika Salman memberitahukan, yang sementara itu sudah berhasil mengalahkan musuh, pihak Kufah menginginkan mereka juga memperoleh bagian rampasan perang, tetapi pihak Syam menolak dan ada yang mengancam hendak menyerang Salman. Salah seorang prajurit dari pihak Kufah berkata:
"Kalau kalian membunuh Salman, Habib kalian akan kami bunuh."
"Kalau kalian menemui Ibn Affan kami pun akan berangkat."
Sumber yang dikutip oleh Balazuri dan didukungnya itu berasal dari Tabari yang menyebutkan bahwa sumber itu dari Waqidi, untuk memperlemahnya, sebab Futuh asy-Syam yang dinisbatkan kepada Waqidi itu sarat dengan cerita-cerita dongeng yang tak masuk akal dan sangat disangsikan oleh para sejarawan.
Sumber Tabari yang pernah kita kutip itu, disebut juga oleh Balazuri. Kemudian ia mengatakan bahwa berita yang dibawanya itu lebih akurat, dan menyebutkan pula sumber-sumber pengambilannya.
Baca juga: Kisah Utsman bin Affan Didoakan Rasulullah SAW karena Kedermawanannya
Akan tetapi bagaimanapun juga, kata Haekal, semua sumber yang secara rinci berbeda itu dapat disimpulkan, bahwa Azerbaijan bergolak dan Armenia bermaksud hendak membantunya. Tetapi pasukan Muslimin sudah menaklukkan Azerbaijan dan daerah-daerah sekitarnya.
Mereka bergerak ke Armenia dari arah Persia dan dari arah Romawi, kemudian menaklukkannya. Ketika ada berita bahwa Azerbaijan memberontak dan Armenia mendukungnya, terbayang oleh pasukan Romawi bahwa ia mampu merebut kembali kewibawaan dan kekuasaannya yang sudah hilang itu. Tetapi pasukan Muslimin dapat menghalau dan memaksanya kembali mundur.
Dari sana mereka berhasil membebaskan daerah-daerah yang sebelum itu tak pernah ditaklukkan. Semua ini terjadi pada masa permulaan kekhalifahan Utsman, yang dalam memulihkan ketenangan di seluruh Syam dan wilayah Persia, serta mengembalikan kepercayaan rakyat daerah-daerah yang sudah dibebaskan itu besar sekali pengaruhnya. Terbunuhnya Umar dan penggantiannya dengan Usman tidaklah mengurangi kewibawaan dan pengaruh Muslimin.
Baca juga: Kisah Utsman bin Affan Menangis karena Kuburan, Ini Nasihatnya
Akan tetapi ketika Habib bertempur menghadapi pasukan Romawi sebelum datang bala bantuan itu, dalam pertempuran ini ia sudah memperoleh kemenangan. Hal ini menunjukkan bahwa dia memang cerdas dan berani. Tatkala ia sedang berpikir-pikir hendak melakukan penyerangan istrinya bertanya:
"Di mana tempat kita bertemu?"
"Di kemah si tiran itu atau di surga," jawabnya.
Sesampainya ia di kemah, istrinya itu sudah di sana. Ketika Salman memberitahukan, yang sementara itu sudah berhasil mengalahkan musuh, pihak Kufah menginginkan mereka juga memperoleh bagian rampasan perang, tetapi pihak Syam menolak dan ada yang mengancam hendak menyerang Salman. Salah seorang prajurit dari pihak Kufah berkata:
"Kalau kalian membunuh Salman, Habib kalian akan kami bunuh."
"Kalau kalian menemui Ibn Affan kami pun akan berangkat."
Sumber yang dikutip oleh Balazuri dan didukungnya itu berasal dari Tabari yang menyebutkan bahwa sumber itu dari Waqidi, untuk memperlemahnya, sebab Futuh asy-Syam yang dinisbatkan kepada Waqidi itu sarat dengan cerita-cerita dongeng yang tak masuk akal dan sangat disangsikan oleh para sejarawan.
Sumber Tabari yang pernah kita kutip itu, disebut juga oleh Balazuri. Kemudian ia mengatakan bahwa berita yang dibawanya itu lebih akurat, dan menyebutkan pula sumber-sumber pengambilannya.
Baca juga: Kisah Utsman bin Affan Didoakan Rasulullah SAW karena Kedermawanannya
Akan tetapi bagaimanapun juga, kata Haekal, semua sumber yang secara rinci berbeda itu dapat disimpulkan, bahwa Azerbaijan bergolak dan Armenia bermaksud hendak membantunya. Tetapi pasukan Muslimin sudah menaklukkan Azerbaijan dan daerah-daerah sekitarnya.
Mereka bergerak ke Armenia dari arah Persia dan dari arah Romawi, kemudian menaklukkannya. Ketika ada berita bahwa Azerbaijan memberontak dan Armenia mendukungnya, terbayang oleh pasukan Romawi bahwa ia mampu merebut kembali kewibawaan dan kekuasaannya yang sudah hilang itu. Tetapi pasukan Muslimin dapat menghalau dan memaksanya kembali mundur.
Dari sana mereka berhasil membebaskan daerah-daerah yang sebelum itu tak pernah ditaklukkan. Semua ini terjadi pada masa permulaan kekhalifahan Utsman, yang dalam memulihkan ketenangan di seluruh Syam dan wilayah Persia, serta mengembalikan kepercayaan rakyat daerah-daerah yang sudah dibebaskan itu besar sekali pengaruhnya. Terbunuhnya Umar dan penggantiannya dengan Usman tidaklah mengurangi kewibawaan dan pengaruh Muslimin.
Baca juga: Kisah Utsman bin Affan Menangis karena Kuburan, Ini Nasihatnya
(mhy)
Lihat Juga :