Abu Ja’far Al-Mansur: Pembangun Imperium Abbasiyah yang Sebenarnya

Rabu, 16 Oktober 2024 - 17:32 WIB
Baca juga: 600.000 Orang Tewas di Tangan Panglima Perang Abbasiyah Abu Muslim Al-Khurasani

Pemberontakan Abdullah bin Ali

Salah satu pemberontakan itu adalah pemberontakan Abdullah bin Ali dan Shaleh bin Ali. Yusuf Rahman dalam bukunya berjudul "Sejarah Kebudayaan Islam" (Pekanbaru: IAIN Susqa, 1987) menceritakan pada waktu gerakan menumbangkan Daulah Umayyah digalakkan, Abdullah bin Ali dan Shaleh bin Ali diperintahkan Abu Abbas untuk menghadapi perlawanan khalifah Marwan II (khalifah terakhir Daulah Umayyah) yang sedang menuju ke Kufah bersama tentaranya yang berjumlah 120.000 orang.

Kedua pasukan itu bertemu dipinggir sungai Zab, anak sungai Tigris. Pasukan Abdullah bin Ali dan dibantu Shaleh bin Ali dapat menangkap dan membunuh Marwan II yang melarikan diri ke Mesir.228

Abu Abbas telah berjanji bahwa siapa yang mampu mematahkan perlawanan khalifah Marwan II, akan diangkat manjadi khalifah sepeninggalnya. Atas dasar janji itu, Abdullah bin Ali dan Shaleh bin Ali melakukan perlawanan membunuh Marwan II.

Namun kini janji itu dikhianati oleh Abu Abbas. Memang diakui bahwa andil Abdullah bin Ali dan Shaleh bin Ali dalam gerakan mendirikan Daulah Abbasiyah sangat besar, dibandingkan dengan Abu Ja’far al-Mansur yang mempunyai tugas memadamkan pemberontakan di Kufah.

Baca juga: Mengenal Khalifah Abu Abbas As-Saffah, Pendiri Dinasti Abbasiyah

Pada masa pemerintahan Abu Abbas, Abdullah bin Ali diangkat menjadi Raja Muda (gubernur) untuk wilayah Palestina dan Syria, dan Shaleh bin Ali menjadi gubernur wilayah Mesir dan Afrika Utara, sementara Abu Ja’far al-mansur tidak mendapat jabatan.

Di penghujung pemerintahan Abu Abbas (yang memerintah selama empat tahun, meninggal dalam usia muda karena serangan penyakit cacar), justru mengangkat Abu Jafar Al-mansur (saudaranya) sebagai Khalifah, bukan Abdullah bin Ali (pamannya).

Pengangkatan itu tampaknya didasarkan atas hubungan famili, lebih dekat dengan saudara dibanding paman, bukan atas pertimbangan jasa dan pengabdian. Maka wajar Abdullah bin Ali merasa dikhianati dan melakukan pemberontakan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!