5 Fakta Masjid Omari Raya, Masjid Raya Gaza yang Dihancurkan Israel
Selasa, 22 Oktober 2024 - 14:58 WIB
Nama masjid tersebut dinamai “al-Omari” sebagai tanda penghormatan Omar Ibn al-Khattab sebagai pemimpin pada saat penaklukan Muslim di Palestina.
Akan tetapi pada tahun 1149, masjid tersebut diubah menjadi gereja milik prajurit salib setelah penaklukan mereka di Gaza tahun 1100.
Gereja tersebut berdasarkan dekrit raja Baldwin II dari Jerusalem. Pada deskripsi milik William dari Tyre tentang gereja-gereja Tentara Salib yang besar, tidak disebutkan.
William II, uskup agung dan penulis sejarah, menjelaskan hanya dua dari tiga lorong masjid tersebut dijadikan sebagai bagian dari gereja besar tentara salib.
Perubahan terakhir dari gereja ke masjid gaza berada dalam peradaban Mamluk dimana saat para Ayyubids dibawah Salah ad-Din Yusuf ibn Ayyub, bertarung dengan tentara salib tersebut yang mengakibatkan kehancuran gereja salib pada 1187.
Mamluk membangun ulang Masjid Omari di abad ke-13 sebelum pada tahun 1260, dihancurkan oleh kelompok Mongol.
Akan tetapi, kehancuran masjid oleh Mongol tidak mengubah menjadi gereja dikarenakan dari zaman Mamluk hingga kini, pemerintah daerah Gaza dikuasai oleh muslim sehingga tetap menjadi masjid Omari hingga kini.
Ukiran tersebut terlihat pada salah satu pilar tingkat atas salah satu kolom bangunan dalam masjid yang pada saat itu masih hancur.
Tanggal dibuatnya ukiran tersebut belum dipastikan, akan tetapi ukiran tersebut diperkirakan bahwa tingkat atas pilar tersebut dibawa dari salah satu sinagoge yahudi abad ke-3 untuk menggantikan pilar yang rusak pada pembuatan gereja Byzantine tanpa membangun ulang.
Kekaguman dari bukti ukiran ini menunjukan sejak gereja byzantine di bangun hingga menjadi Masjid Omari Raya saat ini. Ukiran tersebut tetap utuh yang menunjukkan hidup berdampingan secara damai antar umat beragama Islam, Yahudi, dan Kristen.
Akan tetapi pada tahun 1149, masjid tersebut diubah menjadi gereja milik prajurit salib setelah penaklukan mereka di Gaza tahun 1100.
Gereja tersebut berdasarkan dekrit raja Baldwin II dari Jerusalem. Pada deskripsi milik William dari Tyre tentang gereja-gereja Tentara Salib yang besar, tidak disebutkan.
William II, uskup agung dan penulis sejarah, menjelaskan hanya dua dari tiga lorong masjid tersebut dijadikan sebagai bagian dari gereja besar tentara salib.
Perubahan terakhir dari gereja ke masjid gaza berada dalam peradaban Mamluk dimana saat para Ayyubids dibawah Salah ad-Din Yusuf ibn Ayyub, bertarung dengan tentara salib tersebut yang mengakibatkan kehancuran gereja salib pada 1187.
Mamluk membangun ulang Masjid Omari di abad ke-13 sebelum pada tahun 1260, dihancurkan oleh kelompok Mongol.
Akan tetapi, kehancuran masjid oleh Mongol tidak mengubah menjadi gereja dikarenakan dari zaman Mamluk hingga kini, pemerintah daerah Gaza dikuasai oleh muslim sehingga tetap menjadi masjid Omari hingga kini.
3. Terdapat Ukiran Menorah, Benda Ritual Yahudi dan Tulisan Prasasti Yahudi Kuno
Peneliti Gaza pada akhir abad ke 19 menemukan sebuah ukiran berbentuk Menorah dan menorah dan tulisan prasasti ibrani kuno.Ukiran tersebut terlihat pada salah satu pilar tingkat atas salah satu kolom bangunan dalam masjid yang pada saat itu masih hancur.
Tanggal dibuatnya ukiran tersebut belum dipastikan, akan tetapi ukiran tersebut diperkirakan bahwa tingkat atas pilar tersebut dibawa dari salah satu sinagoge yahudi abad ke-3 untuk menggantikan pilar yang rusak pada pembuatan gereja Byzantine tanpa membangun ulang.
Kekaguman dari bukti ukiran ini menunjukan sejak gereja byzantine di bangun hingga menjadi Masjid Omari Raya saat ini. Ukiran tersebut tetap utuh yang menunjukkan hidup berdampingan secara damai antar umat beragama Islam, Yahudi, dan Kristen.
Lihat Juga :