Perkembangan Ilmu Matematika, Astronomi dan Fisika di Era Daulah Abbasiyah
Kamis, 24 Oktober 2024 - 13:45 WIB
Di masa pemerintahan al-Mansur, dia menyuruh Abu Yahya alBatriq menerjemahkan buku Quadripartitumnya Ptolemius ke dalam bahasa Arab yang berisi tentang pengaruh bintang-bintang dan buku-buku geometri dan fisika yang dimintanya dari Kaisar Byzantium.
Baca juga: Mengenal Ismail Al-Jazari, Ilmuwan Islam Penemu Robot Pertama di Dunia
Di antara sarjana-sarjana astronom muslim adalah Tsabit bin Qurra, al-Balhi, Hunain bin Ishak, Al-Abbadi al-Battani, al-Buzjani al-Farghani dan lain-lain. Dan sarjana astronomi muslim termasyhur pada masa al-Makmun adalah Yahya bin Mansur.
Dia mengumpulkan tabel-tabel astronomi bekerja sama dengan Samad bin Ali. Buku “Prinsip-prinsip Astronomi” karangan al-Farghani memperoleh penghargaan tinggi di Universitas Bologna di Italia, selama masa renaeissance.
Ilmu Fisika
Ilmu fisika pun turut berkembang pesat pada masa dinasti Abbasiyah. Di antara fisikawan muslim terkenal adalah Ibn Sina.
Dalam bukunya al-Syifa’, dia membahas tentang kecepatan suara dan cahaya. Menurut pendapatnya penglihatan mendahului pendengaran.
Hal ini disebabkan kenyataan bahwa melihat tidak memerlukan waktu, sementara mendengar memerlukannya. Jangkauan penglihatan lebih jauh daripada jangkauan pendengaran.
Akan tetapi kilat lebih cepat dari petir walaupun terjadi secara bersamaan. Jadi kilat terdengar seketika, sedangkan petir terdengar belakangan.
Baca juga: Jabir Ibn Hayyan, Ilmuwan Muslim Penemu Air Keras
Baca juga: Mengenal Ismail Al-Jazari, Ilmuwan Islam Penemu Robot Pertama di Dunia
Di antara sarjana-sarjana astronom muslim adalah Tsabit bin Qurra, al-Balhi, Hunain bin Ishak, Al-Abbadi al-Battani, al-Buzjani al-Farghani dan lain-lain. Dan sarjana astronomi muslim termasyhur pada masa al-Makmun adalah Yahya bin Mansur.
Dia mengumpulkan tabel-tabel astronomi bekerja sama dengan Samad bin Ali. Buku “Prinsip-prinsip Astronomi” karangan al-Farghani memperoleh penghargaan tinggi di Universitas Bologna di Italia, selama masa renaeissance.
Ilmu Fisika
Ilmu fisika pun turut berkembang pesat pada masa dinasti Abbasiyah. Di antara fisikawan muslim terkenal adalah Ibn Sina.
Dalam bukunya al-Syifa’, dia membahas tentang kecepatan suara dan cahaya. Menurut pendapatnya penglihatan mendahului pendengaran.
Hal ini disebabkan kenyataan bahwa melihat tidak memerlukan waktu, sementara mendengar memerlukannya. Jangkauan penglihatan lebih jauh daripada jangkauan pendengaran.
Akan tetapi kilat lebih cepat dari petir walaupun terjadi secara bersamaan. Jadi kilat terdengar seketika, sedangkan petir terdengar belakangan.
Baca juga: Jabir Ibn Hayyan, Ilmuwan Muslim Penemu Air Keras
Lihat Juga :