Kiai Ahmad Dahlan dan Pembaharuan Pendidikan: Strategi Melawan Penjajah
Jum'at, 15 November 2024 - 08:22 WIB
Baca juga: Ketika Kiai Ahmad Dahlan Dituduh Kafir karena Meniru Sekolah Belanda
Rintisan Kiai Dahlan ini di kemudian hari terus berkembang seiring dengan berkembangnya cabang-cabang Muhammadiyah di seantero Indonesia.
Tak mengherankan jika Kiai Dahlan masuk dalam jajaran Pahlawan Nasional sebagai penghargaan atas jasa-jasanya bagi bangsa ini.
Ia adalah dai yang sekaligus juga sebagai organisiator Islam yang mampu mewujudkan suatu terobosan baru dalam sistem lembaga pendidikan Islam yang terpadu dan sangat dibutuhkan pada saat itu.
Saat itu, pendidikan di Indonesia terdikotomi antara pendidikan Islam dengan sistem pesantrennya dan pendidikan umum dengan sistem kelasnya.
Kiai Dahlan adalah salah satu dari sedikit orang yang prihatin melihat keadaan ini sehingga ia membuat terobosan baru dalam dunia pendidikan dengan menyatukan antara keduanya.
Kiai Dahlan melihat umat Islam saat itu terpuruk dalam kejumudan. Mereka tertinggal bukan hanya dalam urusan keduniaan, namun untuk masalah agama pun telah menyimpang jauh dari apa yang seharusnya.
Di sana-sini banyak umat Islam yang melakukan praktik bid’ah, yaitu amalan agama yang tak diajarkan Nabi. Untuk mengatasi masalah ini, Kiai Dahlan kemudian mendirikan sekolah.
Beberapa lembaga pendidikan yang dirintis oleh Kiai Dahlan antara lain: 1) Kweekschool Muhammadiyah, Yogyakarta. 2) Mu’alimin Muhammadiyah, Solo dan Yogyakarta. 3) Mu’aliamat Muhammadiyah, Yogyakarta. 4) Zu’ama/Za’imat, Yogyakarta. 5) Kulliyah Muballigin, Madang, Panjang. 6) Tabligh School, Yogyakarta. 7) HIK Muhammadiyah, Yogyakarta. 8) HIS, Mulo, AMS, MI, MTS, Gusta Muhammadiyah dan lain – lain.
Baca juga: Kisah Kiai Ahmad Dahlan Merombak Ruang Tamu Rumahnya Menjadi Ruang Kelas
Melalui lembaga-lembaga pendidikan ini, Kiai Dahlan memperkenalkan Islam dengan nuansa baru dan dengan dimensi pesan yang lebih universal.
Rintisan Kiai Dahlan ini di kemudian hari terus berkembang seiring dengan berkembangnya cabang-cabang Muhammadiyah di seantero Indonesia.
Tak mengherankan jika Kiai Dahlan masuk dalam jajaran Pahlawan Nasional sebagai penghargaan atas jasa-jasanya bagi bangsa ini.
Ia adalah dai yang sekaligus juga sebagai organisiator Islam yang mampu mewujudkan suatu terobosan baru dalam sistem lembaga pendidikan Islam yang terpadu dan sangat dibutuhkan pada saat itu.
Saat itu, pendidikan di Indonesia terdikotomi antara pendidikan Islam dengan sistem pesantrennya dan pendidikan umum dengan sistem kelasnya.
Kiai Dahlan adalah salah satu dari sedikit orang yang prihatin melihat keadaan ini sehingga ia membuat terobosan baru dalam dunia pendidikan dengan menyatukan antara keduanya.
Kiai Dahlan melihat umat Islam saat itu terpuruk dalam kejumudan. Mereka tertinggal bukan hanya dalam urusan keduniaan, namun untuk masalah agama pun telah menyimpang jauh dari apa yang seharusnya.
Di sana-sini banyak umat Islam yang melakukan praktik bid’ah, yaitu amalan agama yang tak diajarkan Nabi. Untuk mengatasi masalah ini, Kiai Dahlan kemudian mendirikan sekolah.
Beberapa lembaga pendidikan yang dirintis oleh Kiai Dahlan antara lain: 1) Kweekschool Muhammadiyah, Yogyakarta. 2) Mu’alimin Muhammadiyah, Solo dan Yogyakarta. 3) Mu’aliamat Muhammadiyah, Yogyakarta. 4) Zu’ama/Za’imat, Yogyakarta. 5) Kulliyah Muballigin, Madang, Panjang. 6) Tabligh School, Yogyakarta. 7) HIK Muhammadiyah, Yogyakarta. 8) HIS, Mulo, AMS, MI, MTS, Gusta Muhammadiyah dan lain – lain.
Baca juga: Kisah Kiai Ahmad Dahlan Merombak Ruang Tamu Rumahnya Menjadi Ruang Kelas
Melalui lembaga-lembaga pendidikan ini, Kiai Dahlan memperkenalkan Islam dengan nuansa baru dan dengan dimensi pesan yang lebih universal.
Lihat Juga :