Ini Mengapa Kufah Menjadi Sumber Pemberontakan di Era Khalifah Utsman
Jum'at, 06 Desember 2024 - 15:21 WIB
Begitu juga khotbah Utsman kepada penduduk Medinah, dengan memberitahukan keadaan di Kufah serta mengingatkan mereka akan timbulnya bencana.
Baca juga: Kisah Utsman bin Affan Melindungi Keluarganya yang Murtad
Ia menawarkan kepada mereka untuk memindahkan rampasan perang mereka ke mana saja mereka tinggal di negeri Arab. Penduduk Madinah menyambut baik tawaran itu dengan mengatakan: Bagaimana kami memindahkan tanah yang sudah kami peroleh? "Mereka yang di Hijaz, di Yaman dan di tempat-tempat lain dengan cara menjualnya kalau mau."
Mereka tampak gembira, Allah telah membukakan jalan buat mereka, di luar dugaan mereka.
Di samping itu, ada sekelompok Muslimin yang mempunyai kekayaan besar di Hijaz. Dengan harta itu mereka membeli tanah di Irak yang terkenal subur itu.
Banyak orang kaya raya yang menimbulkan kemarahan orang-orang Arab yang dulu tinggal di beberapa kota di Irak. Mereka makin benci kepada Utsman dan pejabat-pejabatnya karena mereka tidak mendapat bagian rampasan perang.
Mereka menuntut kepada Khalifah agar jangan memberikan rampasan perang itu selain kepada mereka yang memperolehnya sendiri dalam perang. Begitu juga banyak penduduk kota-kota lain dalam kawasan Islam yang memperlihatkan ketidaksenangan mereka terhadap kebijakan Usman.
Baca juga: Pasca-Terbunuhnya Utsman bin Affan: Delapan Hari Tanpa Khalifah
Abdullah bin Saba'
Ada beberapa tokoh yang mengambil kesempatan ini untuk membangkitkan kebencian dalam hati orang di kota-kota itu, di antaranya apa yang telah dilakukan oleh Abdullah bin Saba' - seorang orang Yahudi dari San'a di Yaman yang pada masa Utsman kemudian masuk Islam - yang mengunjungi sejumlah kota dalam kawasan Islam dengan berusaha membangkitkan kemarahan orang kepada Utsman.
Baca juga: Kisah Utsman bin Affan Melindungi Keluarganya yang Murtad
Ia menawarkan kepada mereka untuk memindahkan rampasan perang mereka ke mana saja mereka tinggal di negeri Arab. Penduduk Madinah menyambut baik tawaran itu dengan mengatakan: Bagaimana kami memindahkan tanah yang sudah kami peroleh? "Mereka yang di Hijaz, di Yaman dan di tempat-tempat lain dengan cara menjualnya kalau mau."
Mereka tampak gembira, Allah telah membukakan jalan buat mereka, di luar dugaan mereka.
Di samping itu, ada sekelompok Muslimin yang mempunyai kekayaan besar di Hijaz. Dengan harta itu mereka membeli tanah di Irak yang terkenal subur itu.
Banyak orang kaya raya yang menimbulkan kemarahan orang-orang Arab yang dulu tinggal di beberapa kota di Irak. Mereka makin benci kepada Utsman dan pejabat-pejabatnya karena mereka tidak mendapat bagian rampasan perang.
Mereka menuntut kepada Khalifah agar jangan memberikan rampasan perang itu selain kepada mereka yang memperolehnya sendiri dalam perang. Begitu juga banyak penduduk kota-kota lain dalam kawasan Islam yang memperlihatkan ketidaksenangan mereka terhadap kebijakan Usman.
Baca juga: Pasca-Terbunuhnya Utsman bin Affan: Delapan Hari Tanpa Khalifah
Abdullah bin Saba'
Ada beberapa tokoh yang mengambil kesempatan ini untuk membangkitkan kebencian dalam hati orang di kota-kota itu, di antaranya apa yang telah dilakukan oleh Abdullah bin Saba' - seorang orang Yahudi dari San'a di Yaman yang pada masa Utsman kemudian masuk Islam - yang mengunjungi sejumlah kota dalam kawasan Islam dengan berusaha membangkitkan kemarahan orang kepada Utsman.
Lihat Juga :