Ketika Berdoa dalam Salat, Pahami Adab-adabnya Ya!
Rabu, 22 Januari 2025 - 12:40 WIB
Ketika berdoa dalam salat terutama saat sujud, ada adab-adabnya yang perlu diketahui. Adab-adab ini penting diketahui agar doa yang kita panjatnya diterima Allah SWT. Foto ilustrasi/ist
Ketika berdoa dalam salat terutama saat sujud, ada adab-adabnya yang perlu diketahui. Adab ini penting diketahui agar doa yang kita panjatnya diterima Allah subhanhu wa Ta'ala.
Dirangkum dari berbagai sumber, berikut adab berdoa yang harus diketahui, serta adab berdoa dalam salat yang penting dipahami.
2.Mengangkat kedua tangannya dengan telapak tangan terbuka di depan dada, tepatnya di pertengahan dada.
3.Memuji Allah dan bershalawat kepada Rasulullah
4.Membaca doa-doa
5.Tangan kembali seperti semula, tanpa mengusap wajah
6.Bentuk tangan terdapat beberapa pilihan cara:
Kedua telapak tangan dibuka namun kedua tidak saling menempel, melainkan ada celah diantara keduanya, tidak harus di arahkan ke langit. Ini pendapat Hanafiyah.
Telapak tangan mengarah ke langit dan punggung tangan ke arah bumi, boleh ditempelkan ataupun tidak, ini pendapat Syafi’iyyah. Telapak tangan mengarah ke langit dan punggung tangan ke arah bumi, keduanya ditempelkan. Ini pendapat Hanabilah.
Dirangkum dari berbagai sumber, berikut adab berdoa yang harus diketahui, serta adab berdoa dalam salat yang penting dipahami.
Adab-adab berdoa:
1.Dianjurkan menghadap kiblat2.Mengangkat kedua tangannya dengan telapak tangan terbuka di depan dada, tepatnya di pertengahan dada.
3.Memuji Allah dan bershalawat kepada Rasulullah
4.Membaca doa-doa
5.Tangan kembali seperti semula, tanpa mengusap wajah
6.Bentuk tangan terdapat beberapa pilihan cara:
Kedua telapak tangan dibuka namun kedua tidak saling menempel, melainkan ada celah diantara keduanya, tidak harus di arahkan ke langit. Ini pendapat Hanafiyah.
Telapak tangan mengarah ke langit dan punggung tangan ke arah bumi, boleh ditempelkan ataupun tidak, ini pendapat Syafi’iyyah. Telapak tangan mengarah ke langit dan punggung tangan ke arah bumi, keduanya ditempelkan. Ini pendapat Hanabilah.
Lihat Juga :