Halaqoh Nasional III Pesantren: Menyatukan Visi, Memperkuat Peradaban
Kamis, 01 Mei 2025 - 07:59 WIB
Menurut dia, pesantren menghadapi tantangan kompleks, mulai dari modernisasi pendidikan hingga tekanan ekonomi yang memengaruhi keberlanjutan operasional. Dia menyoroti perlunya kolaborasi antarpesantren untuk mengatasi fragmentasi ideologi dan memperkuat posisi pesantren sebagai mitra strategis pemerintah.
Visi KH Ilyas untuk PK-TREN adalah menjadikan pesantren sebagai pusat keunggulan yang tidak hanya menjaga tradisi keilmuan Islam, tetapi juga mendorong pengembangan ekonomi syariah dan pendidikan berbasis teknologi.
Dia menekankan pentingnya pesantren untuk aktif dalam literasi digital, kewirausahaan syariah, dan penguatan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. “Pesantren harus menjadi mercusuar perubahan, menghasilkan generasi yang berakhlak mulia, berwawasan global, dan mampu menjawab tantangan zaman,” katanya.
PK-TREN akan terus memperjuangkan regulasi yang mendukung pesantren, termasuk akses pendanaan dan pengakuan formal atas kontribusi pesantren dalam pembangunan nasional.
“Kami ingin pesantren tidak hanya bertahan, tetapi juga memimpin perubahan sosial dengan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah sebagai landasan. PK-TREN adalah jembatan untuk mewujudkan visi tersebut,” ucapnya.
Dukungan kuat datang dari Ma’ruf Amin, Ketua Dewan Penasehat PK-TREN, dan Said Aqil Siradj yang menegaskan pentingnya tradisi pesantren sebagai inspirasi dan penjaga nilai-nilai bangsa.
Visi KH Ilyas untuk PK-TREN adalah menjadikan pesantren sebagai pusat keunggulan yang tidak hanya menjaga tradisi keilmuan Islam, tetapi juga mendorong pengembangan ekonomi syariah dan pendidikan berbasis teknologi.
Dia menekankan pentingnya pesantren untuk aktif dalam literasi digital, kewirausahaan syariah, dan penguatan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. “Pesantren harus menjadi mercusuar perubahan, menghasilkan generasi yang berakhlak mulia, berwawasan global, dan mampu menjawab tantangan zaman,” katanya.
PK-TREN akan terus memperjuangkan regulasi yang mendukung pesantren, termasuk akses pendanaan dan pengakuan formal atas kontribusi pesantren dalam pembangunan nasional.
“Kami ingin pesantren tidak hanya bertahan, tetapi juga memimpin perubahan sosial dengan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah sebagai landasan. PK-TREN adalah jembatan untuk mewujudkan visi tersebut,” ucapnya.
Dukungan kuat datang dari Ma’ruf Amin, Ketua Dewan Penasehat PK-TREN, dan Said Aqil Siradj yang menegaskan pentingnya tradisi pesantren sebagai inspirasi dan penjaga nilai-nilai bangsa.
Halaqoh Nasional III: Langkah Strategis Menuju Perubahan
Halaqoh Nasional III bukan sekadar seremoni melainkan forum strategis untuk merumuskan langkah pesantren menghadapi era global, memperkuat pendidikan Islam, dan memajukan ekonomi syariah. Pengukuhan pengurus PK-TREN Indonesia menegaskan komitmen pesantren sebagai mitra pemerintah dan pelayan umat.Pesantren Ramah Anak: Menjawab Isu Kekerasan di Dunia Pendidikan
Acara ini juga membahas isu krusial: respons pesantren terhadap kekerasan di dunia pendidikan. Bekerja sama dengan Kementerian Agama, PK-TREN menghadirkan narasumber kompeten untuk membahas pedoman “Pesantren Ramah Anak”, menjawab keresahan masyarakat dan memperkuat citra pesantren sebagai lingkungan pendidikan yang aman dan inklusif.(jon)
Lihat Juga :