Tata Cara Menyembelih Hewan Kurban Menurut Syariat Islam
Jum'at, 06 Juni 2025 - 10:00 WIB
- Pastikan tidak ada sumbatan pada pembuluh darah agar darah dapat mengalir dengan lancar dan tuntas
- Segera lakukan koreksi jika ditemukan saluran yang belum terpotong sempurna atau terjadi sumbatan pada pembuluh darah besar
Pemeriksaan setelah penyembelihan hewan kurban sangat penting dilakukan ya, guna memastikan proses penyembelihan dilakukan sesuai syariat dan hewan kurban mati dengan cara yang baik.
“Sesungguhnya Allah mewajibkan berbuat ihsan dalam segala hal, maka apabila kalian membunuh, maka bunuhlah dengan baik, dan apabila kalian menyembelih, maka sembelihlah dengan baik, dan hendaklah salah seorang di antara kamu menajamkan pisaunya dan menyenangkan sembelihannya”.
Baca juga: Menjelang Iduladha, Hati-hati dengan 8 Kesalahan saat Berkurban Ini
“Apa yang dapat mengalirkan darah dan disebut Asma Allah atasnya, maka makanlah, bukan (menyembelih) dengan gigi atau kuku. Dan akan aku ceritakan kepada kalian tentang hal itu, bahwa sesungguhnya gigi itu tulang, sedangkan kuku itu pisaunya orang Habasyah”.
Dari Rafi’ bin Khadij berkata: Kami pernah bersama Nabi Saw. dari Tihamah, tiba-tiba ada seekor unta kabur menjadi buas dan liar, sedangkan di kaum itu hanya ada beberapa pasukan berkuda. Maka ada seseorang yang memanahnya, sehingga hewan itu terhenti dengan sebuah panah. Maka bersabdalah Rasulullah Saw.: “Sesungguhnya hewan ini memiliki sifat buas seperti buasnya binatang liar, maka apa saja yang memungkinkanmu (untuk membunuh binatang itu), maka lakukanlah”.
- Segera lakukan koreksi jika ditemukan saluran yang belum terpotong sempurna atau terjadi sumbatan pada pembuluh darah besar
Pemeriksaan setelah penyembelihan hewan kurban sangat penting dilakukan ya, guna memastikan proses penyembelihan dilakukan sesuai syariat dan hewan kurban mati dengan cara yang baik.
Adab-adab saat Menyembelih Kurban
Adab penyembelihan hewan kurban juga wajib diperhatikan dengan seksama. Masih dikutip dari sumber yang sama, berikut adab-adab dalam menyembelih hewan kurban.1. Pergunakan Pisau Tajam
Dalam menyembelih hewan menggunakan pisau tajam agar hewan tidak tersiksa. Sabda Nabi Muhammad Saw. dalam hadis riwayat Muslim, Abu Daud, Ibnu Hibban, Thurmudzi, Ibnu Majah, Ahmad dan Darimi dari Syaddad bin Aus, yaitu:“Sesungguhnya Allah mewajibkan berbuat ihsan dalam segala hal, maka apabila kalian membunuh, maka bunuhlah dengan baik, dan apabila kalian menyembelih, maka sembelihlah dengan baik, dan hendaklah salah seorang di antara kamu menajamkan pisaunya dan menyenangkan sembelihannya”.
Baca juga: Menjelang Iduladha, Hati-hati dengan 8 Kesalahan saat Berkurban Ini
2. Jangan Menyembelih dengan Gigi, Tulang, dan Kuku
Janganlah menyembelih hewan kurban dengan gigi, tulang, kuku atau dengan sesuatu yang sulit untuk membuat hewan cepat mati. Penjelasan ini terdapat dalam hadis riwayat Bukhari dari Rafi’ bin Khadij, berikut:“Apa yang dapat mengalirkan darah dan disebut Asma Allah atasnya, maka makanlah, bukan (menyembelih) dengan gigi atau kuku. Dan akan aku ceritakan kepada kalian tentang hal itu, bahwa sesungguhnya gigi itu tulang, sedangkan kuku itu pisaunya orang Habasyah”.
3. Jika Hewan Kurban Mengamuk dan Jadi Liar Maka Sembelihlah dengan Alat Apa Saja
Hadis riwayat Bukhari, Muslim, Turmudzi Ahmad dan Darimi, hendaklah menyembelih dengan alat apa saja yang memungkinkan apabila hewan kurban berubah menjadi liar ketika akan disembelih.Dari Rafi’ bin Khadij berkata: Kami pernah bersama Nabi Saw. dari Tihamah, tiba-tiba ada seekor unta kabur menjadi buas dan liar, sedangkan di kaum itu hanya ada beberapa pasukan berkuda. Maka ada seseorang yang memanahnya, sehingga hewan itu terhenti dengan sebuah panah. Maka bersabdalah Rasulullah Saw.: “Sesungguhnya hewan ini memiliki sifat buas seperti buasnya binatang liar, maka apa saja yang memungkinkanmu (untuk membunuh binatang itu), maka lakukanlah”.
4. Menghadap ke Arah Kiblat
Dari Jabir berkata, Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam pada Hari Raya Iduladha menyembelih dua ekor domba yang bertanduk, gemuk dan betina keduanya. Dan tatkala beliau menghadapkan keduanya ke arah kiblat, beliau membaca:Lihat Juga :