Pidato Pelantikan Umar bin Khattab yang Menggetarkan
Selasa, 08 September 2020 - 13:28 WIB
Baca juga: Wantimpres Abdul Malik Fadjar Tutup Usia, Ini Profilnya
Khalifah Abu Bakar mengajukan Umar sebagai penggantinya karena ia percaya dari kalangan Muslimin Umarlah yang paling mampu meneruskan kebijakan politiknya.
Di sisi lain, sama sekali tak pernah terpikir oleh Musanna akan menarik pasukannya dari Irak. Dia yang dulu mendorong Abu Bakar supaya menyerangnya, dia pula yang mendahului Khalid dan yang lain ke sana. Tidak mudah buat dia akan menarik diri dari suatu negeri yang dia sendiri memelopori penyerangannya, dan akan keluar dari sana padahal ia yakin benar akan kemampuannya dapat membebaskan daerah tersebut.
Baca juga: Pakar Rancang Kota UI: Pandemi Corona Buka Peluang Redesign Ibu Kota Negara
Musanna meyakini kalau Khalifah Umar memasoknya dengan kaum murtad yang sudah bertobat, niscaya kemenangan akan membawanya sampai ke takhta Persia.
Pidato Pertama
Malam itu Umar cukup lelah memikirkan semua ini. Paginya ia menemui orang-orang di Masjid. Mereka menyambutnya sudah siap akan membaiatnya, kesiapan yang membuat gejolak hatinya terasa lebih tenteram. Apabila waktu zuhur sudah tiba dan orang sudah berdatangan akan melaksanakan salat, Umar menaiki mimbar, tangga demi tangga yang biasa dipakai oleh Khalifah Abu Bakar.
Sesudah mengucapkan hamdalah dan salawat kepada Nabi, dan setelah menyebut tentang Abu Bakar serta jasanya, ia berkata:
Baca juga: Satgas: Lindungi Keluarga dari Ancaman Virus Corona
"Saudara-saudara! Saya hanya salah seorang dari kalian. Kalau tidak karena segan menolak tawaran Khalifah Rasulullah saya pun akan enggan memikul tanggung jawab ini."
Haekal menulis, Umar bin Khattab mengucapkan kata-kata itu dengan rasa haru, dengan rendah hati dan sangat berhati-hati — yang dinilai orang sebagai pertanda tepatnya firasat Abu Bakar — dengan pandangan yang jauh dalam mencalonkan penggantinya.
Mereka memuji sikap Umar itu, lebih-lebih setelah mereka melihatnya menengadah ke atas sambil berkata: "Allahumma ya Allah, aku ini sungguh keras, kasar, maka lunakkanlah hatiku! Allahumma ya Allah, saya sangat lemah, maka berilah saya kekuatan! Allahumma ya Allah, aku ini kikir, jadikanlah aku orang dermawan bermurah hati!"
Baca juga: Berikut 26 Anggota DPR Akan Bahas RUU Penanggulangan Bencana
Umar berhenti sejenak, menunggu orang lebih tenang lagi. Kemudian sambungnya: "Allah telah menguji kalian dengan saya, dan menguji saya dengan kalian. Sepeninggal sahabatku, sekarang saya yang berada di tengah-tengah kalian. Tak ada persoalan kalian yang harus saya hadapi lalu diwakilkan kepada orang lain selain saya, dan tak ada yang tak hadir di sini lalu meninggalkan perbuatan terpuji dan amanat. Kalau mereka berbuat baik akan saya balas dengan kebaikan, tetapi kalau melakukan kejahatan terimalah bencana yang akan saya timpakan kepada mereka."
Khalifah Abu Bakar mengajukan Umar sebagai penggantinya karena ia percaya dari kalangan Muslimin Umarlah yang paling mampu meneruskan kebijakan politiknya.
Di sisi lain, sama sekali tak pernah terpikir oleh Musanna akan menarik pasukannya dari Irak. Dia yang dulu mendorong Abu Bakar supaya menyerangnya, dia pula yang mendahului Khalid dan yang lain ke sana. Tidak mudah buat dia akan menarik diri dari suatu negeri yang dia sendiri memelopori penyerangannya, dan akan keluar dari sana padahal ia yakin benar akan kemampuannya dapat membebaskan daerah tersebut.
Baca juga: Pakar Rancang Kota UI: Pandemi Corona Buka Peluang Redesign Ibu Kota Negara
Musanna meyakini kalau Khalifah Umar memasoknya dengan kaum murtad yang sudah bertobat, niscaya kemenangan akan membawanya sampai ke takhta Persia.
Pidato Pertama
Malam itu Umar cukup lelah memikirkan semua ini. Paginya ia menemui orang-orang di Masjid. Mereka menyambutnya sudah siap akan membaiatnya, kesiapan yang membuat gejolak hatinya terasa lebih tenteram. Apabila waktu zuhur sudah tiba dan orang sudah berdatangan akan melaksanakan salat, Umar menaiki mimbar, tangga demi tangga yang biasa dipakai oleh Khalifah Abu Bakar.
Sesudah mengucapkan hamdalah dan salawat kepada Nabi, dan setelah menyebut tentang Abu Bakar serta jasanya, ia berkata:
Baca juga: Satgas: Lindungi Keluarga dari Ancaman Virus Corona
"Saudara-saudara! Saya hanya salah seorang dari kalian. Kalau tidak karena segan menolak tawaran Khalifah Rasulullah saya pun akan enggan memikul tanggung jawab ini."
Haekal menulis, Umar bin Khattab mengucapkan kata-kata itu dengan rasa haru, dengan rendah hati dan sangat berhati-hati — yang dinilai orang sebagai pertanda tepatnya firasat Abu Bakar — dengan pandangan yang jauh dalam mencalonkan penggantinya.
Mereka memuji sikap Umar itu, lebih-lebih setelah mereka melihatnya menengadah ke atas sambil berkata: "Allahumma ya Allah, aku ini sungguh keras, kasar, maka lunakkanlah hatiku! Allahumma ya Allah, saya sangat lemah, maka berilah saya kekuatan! Allahumma ya Allah, aku ini kikir, jadikanlah aku orang dermawan bermurah hati!"
Baca juga: Berikut 26 Anggota DPR Akan Bahas RUU Penanggulangan Bencana
Umar berhenti sejenak, menunggu orang lebih tenang lagi. Kemudian sambungnya: "Allah telah menguji kalian dengan saya, dan menguji saya dengan kalian. Sepeninggal sahabatku, sekarang saya yang berada di tengah-tengah kalian. Tak ada persoalan kalian yang harus saya hadapi lalu diwakilkan kepada orang lain selain saya, dan tak ada yang tak hadir di sini lalu meninggalkan perbuatan terpuji dan amanat. Kalau mereka berbuat baik akan saya balas dengan kebaikan, tetapi kalau melakukan kejahatan terimalah bencana yang akan saya timpakan kepada mereka."
Lihat Juga :