Pidato Pelantikan Umar bin Khattab yang Menggetarkan
Selasa, 08 September 2020 - 13:28 WIB
Selesai berpidato Umar turun dari mimbar lalu mengimami salat. Selesai salat ia menoleh kepada mereka dan mengumumkan mobilisasi ke Irak dengan Musanna. Disebutkan juga wasiat Khalifah Abu Bakar mengenai hal ini.
Mendengar seruan Khalifah, mereka berpandang-pandangan satu sama lain tetapi tak ada yang menyambut seruan itu, seolah mereka teringat apa yang telah menimpa saudara-saudara mereka di Syam. Mereka tak ingin yang demikian akan terulang menimpa mereka lagi.
Baca juga: Pemerintah Soroti Empat Isu Krusial RUU Penanggulangan Bencana
Bukankah Abu Bakar sudah mengajak mereka untuk menyerbu Syam, tetapi mereka masih maju mundur, lalu ketika itu Umar berteriak kepada mereka: "Kaum Muslimin sekalian, mengapa kalian tidak menjawab seruan Khalifah yang mengajak kalian untuk hal-hal yang akan menghidupkan iman kalian?"
Kemudian baru mereka mau memenuhi seruan itu, dan mereka pun berangkat untuk menghadapi Heraklius dan pasukannya. Termasuk di antara mereka Abu Ubaidah bin Jarrah, Amr bin As, Yazid bin Abi Sufyan dan beberapa orang sahabat, diikuti oleh para amir dan para pahlawan dari segenap penjuru Semenanjung.
Dalam berhadapan dengan pihak Romawi, mereka tak dapat mengalahkan. Juga Khalid bin Walid setelah membuat pihak Persia porak poranda dengan serangkaian kemenangannya di Irak, telah diperbantukan kepada mereka.
Akan lebih baikkah nasib mereka jika seruan Umar itu mereka penuhi dan mereka berangkat bersama Musanna?
Baca juga: RUU Penanggulangan Bencana Ditargetkan Selesai Awal Oktober
Musanna bin Harisah memang seorang jenderal besar yang tak disangsikan lagi, tetapi dia bukan dari Quraisy dan tidak pula termasuk sahabat Rasulullah. Dia dari kabilah Banu Bakar bin Wa'il.
Di samping itu, tatkala Khalid meninggalkan Irak ke Syam, Musanna menarik pasukannya dari pinggiran Irak ke Hirah, kemudian datang ke Madinah meminta bala bantuan dari Khalifah. Ini menunjukkan bahwa posisinya terhadap Persia tak dapat disalahkan, sebab nama Persia bagi orang Arab ketika itu sangat mengerikan.
Baca juga: Amien Rais: Pak Jokowi, Bersihkan Istana dari Elemen yang Merusak Kehidupan Bangsa Indonesia
Ada sebagian yang menduga bahwa Khalid dapat mengalahkan Persia karena pada mulanya mereka menganggap Khalid enteng, sehingga tidak menghadapinya dengan kekuatan yang akan dapat memukulnya mundur. Kalau memang sudah demikian kenyataannya, untuk apa mereka berperang yang mungkin hanya akan membawa bencana kepada mereka?
Mendengar seruan Khalifah, mereka berpandang-pandangan satu sama lain tetapi tak ada yang menyambut seruan itu, seolah mereka teringat apa yang telah menimpa saudara-saudara mereka di Syam. Mereka tak ingin yang demikian akan terulang menimpa mereka lagi.
Baca juga: Pemerintah Soroti Empat Isu Krusial RUU Penanggulangan Bencana
Bukankah Abu Bakar sudah mengajak mereka untuk menyerbu Syam, tetapi mereka masih maju mundur, lalu ketika itu Umar berteriak kepada mereka: "Kaum Muslimin sekalian, mengapa kalian tidak menjawab seruan Khalifah yang mengajak kalian untuk hal-hal yang akan menghidupkan iman kalian?"
Kemudian baru mereka mau memenuhi seruan itu, dan mereka pun berangkat untuk menghadapi Heraklius dan pasukannya. Termasuk di antara mereka Abu Ubaidah bin Jarrah, Amr bin As, Yazid bin Abi Sufyan dan beberapa orang sahabat, diikuti oleh para amir dan para pahlawan dari segenap penjuru Semenanjung.
Dalam berhadapan dengan pihak Romawi, mereka tak dapat mengalahkan. Juga Khalid bin Walid setelah membuat pihak Persia porak poranda dengan serangkaian kemenangannya di Irak, telah diperbantukan kepada mereka.
Akan lebih baikkah nasib mereka jika seruan Umar itu mereka penuhi dan mereka berangkat bersama Musanna?
Baca juga: RUU Penanggulangan Bencana Ditargetkan Selesai Awal Oktober
Musanna bin Harisah memang seorang jenderal besar yang tak disangsikan lagi, tetapi dia bukan dari Quraisy dan tidak pula termasuk sahabat Rasulullah. Dia dari kabilah Banu Bakar bin Wa'il.
Di samping itu, tatkala Khalid meninggalkan Irak ke Syam, Musanna menarik pasukannya dari pinggiran Irak ke Hirah, kemudian datang ke Madinah meminta bala bantuan dari Khalifah. Ini menunjukkan bahwa posisinya terhadap Persia tak dapat disalahkan, sebab nama Persia bagi orang Arab ketika itu sangat mengerikan.
Baca juga: Amien Rais: Pak Jokowi, Bersihkan Istana dari Elemen yang Merusak Kehidupan Bangsa Indonesia
Ada sebagian yang menduga bahwa Khalid dapat mengalahkan Persia karena pada mulanya mereka menganggap Khalid enteng, sehingga tidak menghadapinya dengan kekuatan yang akan dapat memukulnya mundur. Kalau memang sudah demikian kenyataannya, untuk apa mereka berperang yang mungkin hanya akan membawa bencana kepada mereka?
(mhy)
Lihat Juga :