Benarkah Pemimpin Iran Ayatollah Ali Khamenei Keturunan Rasulullah SAW? Begini Profilnya

Kamis, 26 Juni 2025 - 10:31 WIB
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei yang digelari Sayyid atau keturunan Rasulullah SAW. Foto/irna
Di tengah konflik perang Iran vs Israel , pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menjadi tokoh yang sangat berpengaruh dan viral di dunia saat ini. Gelar sayyid yang disematkan di depan namanya menandakan bahwa tokoh sentral di negara Iran ini adalah keturunan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. Benarkah beliau keturunan Nabi SAW ? Darimana saja nasabnya?

Berikut ini profil keluarga Khamenei dan hubungannya dengan keturunan Nabi Muhammad SAW.

Ali Khamenei lahir pada 15 Juli 1939 di Mashhad, Iran. Ayahnya, Seyyed Javad Khamenei, adalah seorang ulama dan juga memiliki garis nasab dengan Nabi Muhammad. Keluarga Khamenei adalah salah satu keluarga Azeri Sayyid Iran.

“Sayyid” adalah gelar kehormatan yang diberikan kepada keturunan Hasan dan Husain, yang diakui sebagai keturunan Nabi Muhammad SAW. Kakek dari pihak ayah Ali Khamenei adalah Seyyed Hussein, dan ayah Seyyed Hussein, yaitu Seyyed Mohammad Hosseini Tafresshi, dianggap sebagai Sayyid Aftasi. Silsilah keluarganya terhubung dengan Sultan-al-Ulama Ahmad yang juga dikenal sebagai Seyyed Ahmad.

Ali Khamenei memiliki hubungan keturunan dengan Nabi Muhammad SAW. Garis nasabnya terhubung hingga ke generasi ke-38 dari Nabi Muhammad melalui putranya, Hussain Asghar.

Ini menunjukkan pentingnya keluarga Khamenei dalam konteks sejarah dan budaya Iran. Keturunan Nabi Muhammad memiliki tempat istimewa dalam masyarakat Muslim, dan ini juga berlaku untuk keluarga Khamenei.

Ali Khamenei telah mengabdikan dirinya sebagai pemimpin tertinggi Iran sejak 4 Juni 1989. Jabatan ini mencakup peran sebagai pemimpin politik, agama, dan militer. Khamenei adalah seorang ulama yang dihormati dan memiliki pengaruh besar dalam kebijakan negara. Dia memimpin Iran melalui masa-masa penting, termasuk konflik regional dan ketegangan dengan negara-negara Barat.

Dalam budaya Islam, nasab (garis keturunan) memiliki makna khusus. Keturunan Nabi Muhammad dihormati dan dianggap memiliki keberkahan. Kehadiran keturunan Nabi dalam posisi kepemimpinan seperti Ali Khamenei memberikan legitimasi dan otoritas tambahan.

Baca juga: 4 Persamaan Sunni dan Syiah Menurut Ayatollah Khamenei

Riwayat dan Sepak Terjang Khamenei

Ali Khamenei muda masuk seminari setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya. Dia melanjutkan pendidikan klasikalnya hingga tahun kedua sekolah menengah atas. Dia menerima pendidikan seminari di seminari Masyhad, Najaf dan Qom.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!