Benarkah Pemimpin Iran Ayatollah Ali Khamenei Keturunan Rasulullah SAW? Begini Profilnya

Kamis, 26 Juni 2025 - 10:31 WIB
Saat remaja, Khamenei berkenalan dengan Navvab Safavi, pendiri dan pemimpin komunitas Fedaiyan Islam. Menurutnya, Navvab Safavi menciptakan percikan pertama motivasi revolusioner Islam dalam dirinya. Pada 1976, dia bertemu dengan Ruhollah Khomeini. Bertemu Khomeini memperkuat semangat revolusioner Khamenei. Sejalan dengan tujuan gerakan Khomeini, dia melanjutkan aktivitasnya melawan Dinasti Pahlavi, dan selama perjuangan ini, pemerintah Pahlavi menangkapnya enam kali.

Pada tahun 1977, gendarmerie mengasingkannya ke Iransyahr selama tiga tahun, ketika dia kembali ke Teheran pada tahun 1978, pada puncak protes rakyat. Setelah Revolusi Iran tahun 1978, Khamenei menjadi anggota Dewan Revolusi, Imam Salat Jumat Teheran, dan Wakil Menteri Pertahanan. Kemudian, dia menjadi wakil Teheran di Majelis Permusyawaratan Islam untuk satu periode dan Presiden Iran untuk dua periode.

Setelah revolusi Iran menggulingkan Shah, dia menjadi target percobaan pembunuhan pada Juni 1981 yang melumpuhkan lengan kanannya. Khamenei adalah salah satu pemimpin Iran selama Perang Iran-Irak pada 1980-an, dan mengembangkan hubungan dekat dengan Garda Revolusi.

Usai kematian Ruhollah Khomeini pada tahun 1989, Majelis Ahli memilihnya sebagai pemimpin tertinggi Iran. Sejak 1973, dia telah diumumkan sebagai salah satu Marja Syiah yang diterima komunitas guru seminari Qom. Majalah Forbes menempatkan Khamenei ke-18 dalam daftar orang paling berkuasa di dunia pada tahun 2015. Pengaruhnya saat ini semakin diperhitungkan dunia saat Iran memasuki perang melawan Israel.

Baca juga: Apakah Tes DNA Bisa Menentukan Keturunan Nabi? Ini Penjelasan Buya Yahya

(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!