Cara Mengenal Allah Ta'ala agar Tobat Diterima, Begini Penjelasannya

Senin, 14 Juli 2025 - 18:25 WIB
Tahap ketiga, yaitu penyesalan. Dia harus menyesal dan berjanji pada Allah untuk tidak mengulangi dosanya itu.

Dan, dari tiga tahapan tobat itu, kata Buya Arrazy, ada aplikasinya, yakni :



1). An-Nadem artinya menyesal

Jika orang menyesal biasanya muncul tangis. Itu sebabnya kebanyakan orang menangis dalam tradisi ahli ruhani dikarenakan penyesalan terhadap masa lalu.

2). Al-istigfar, bermakna memohon supaya Allah Ta'ala mengampuni si hamba.

Istighfar berasal dari kata ghofaro yang berarti menutup aib dan kesalahan. Maka istaghfaro dalam bahasa arab terdapat yang artinya ya Allah aku memohon kepada Engkau supaya menutup aib dan kesalahanku di hadapan-Mu.

Namun, sayangnya kebanyakan orang bertobat itu minta ampun dan minta aibnya ditutup disisi makhluk bukan disisi Allah Ta'ala. Padahal, jika tertutup di sisi mahkhluk namun Allah masih memandangnya sebagai pendosa.

3). Al-Haqiqoh adalah kesadaran total dan kembali kepada Allah secara ruhani.

Tobat harus disadari di dalam diri. Dan menegaskan bahwa hatinya tidak akan mau lagi kembali kepada kesalahan yang lama. Orang tobatnya benar makahati itu berat untuk kembali ke masa lalu yang penuh dosa.

Jika tiga hal tersebut di atas sudah ada pada kita, sebetulnya kita sudah diberi tiga rukun dari taubat. Maka dengan ini sahlah orang ini disebut sebagai "tawab" yang artinya orang yg suka bertobat.

Maka gelar orang yang suka bertobat disebut "Tauwabin". Namun jika ada satu rukun yang kurang maka tidak sah taubatnya maka dari itu harus lengkap ketiga rukun tersebut. Wallahu 'Alam

Baca juga: Bolehkah mengulang-ulang Tobat? Bagaimana Hukumnya?
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!