Rebo Wekasan, Asal-usul dan Hukum Amalannya Menurut Islam
Senin, 18 Agustus 2025 - 05:15 WIB
"Tapi ingat, ilham bukan Hujjah. Ilhamnya seorang salih tidak boleh jadi Hujjah. Dan ingat kalau ilham tidak bertentangan dengan syariat boleh diikuti," kata Buya Yahya.
Kalau Anda mempercayai ilham dari seorang alim yang salih silakan ikuti selama tidak bertentangan dengan syariat. Kemudian, bagi yang mengingkarinya tidak boleh mencaci.
Ilham dari seorang ulama merupakan pengantar dari sunnah Nabi. Misalnya, si ulama salih mendapat ilham bahwa pada Hari Rabu akan turun bala dan penyakit, maka tolaklah bala itu dengan sholat 2 rakaat. Salat apa yang dianjurkan? Bukan salat yang diajarkan ulama atau kiyai itu, melainkan salat yang diajarkan Nabi yaitu salat sunnah Hajat untuk menolah bala.
Kemudian ditambah lagi dengan amalan sedekah untuk menolah musibah. Sebab, dalam Hadis disebutkan bahwa sedekah dapat menolak bala dan bencana (HR Al-Baihaqi dan Thabrani).
"Bagi yang tidak melakukan amalan Rebo Wekasan jangan dicaci. Karena urusan Ilham bukan perkara yang wajib diyakini. Jika kemudian ada praktik atau hal-hal aneh dalam amalan Rebo Wekasan tentu ini babnya lain," jelas Buya Yahya.
Kesimpulannya, kita menolak bala dan musibah seperti yang diajarkan Nabi Muhammad SAW. Bagi yang ingin mengamalkan salat sunnah Hajat atau sedekah dengan niat menolak bala itu boleh.
Dan bagi yang tidak meyakini amalan Rebo Wekasan juga tidak ada masalah. Karena Ilham-nya seorang ulama bukan sesuatu perkara yang wajib. Wallahu A'lam
Baca juga: 12 Doa Tolak Bala: Semoga Terhindar dari 320.000 Musibah di Rebo Wekasan
Kalau Anda mempercayai ilham dari seorang alim yang salih silakan ikuti selama tidak bertentangan dengan syariat. Kemudian, bagi yang mengingkarinya tidak boleh mencaci.
Ilham dari seorang ulama merupakan pengantar dari sunnah Nabi. Misalnya, si ulama salih mendapat ilham bahwa pada Hari Rabu akan turun bala dan penyakit, maka tolaklah bala itu dengan sholat 2 rakaat. Salat apa yang dianjurkan? Bukan salat yang diajarkan ulama atau kiyai itu, melainkan salat yang diajarkan Nabi yaitu salat sunnah Hajat untuk menolah bala.
Kemudian ditambah lagi dengan amalan sedekah untuk menolah musibah. Sebab, dalam Hadis disebutkan bahwa sedekah dapat menolak bala dan bencana (HR Al-Baihaqi dan Thabrani).
"Bagi yang tidak melakukan amalan Rebo Wekasan jangan dicaci. Karena urusan Ilham bukan perkara yang wajib diyakini. Jika kemudian ada praktik atau hal-hal aneh dalam amalan Rebo Wekasan tentu ini babnya lain," jelas Buya Yahya.
Kesimpulannya, kita menolak bala dan musibah seperti yang diajarkan Nabi Muhammad SAW. Bagi yang ingin mengamalkan salat sunnah Hajat atau sedekah dengan niat menolak bala itu boleh.
Dan bagi yang tidak meyakini amalan Rebo Wekasan juga tidak ada masalah. Karena Ilham-nya seorang ulama bukan sesuatu perkara yang wajib. Wallahu A'lam
Baca juga: 12 Doa Tolak Bala: Semoga Terhindar dari 320.000 Musibah di Rebo Wekasan
(wid)
Lihat Juga :