Penjelasan Hukum Bacaan Tajwid Surat Yasin Ayat 62-63

Jum'at, 26 September 2025 - 13:10 WIB

6. Mad Iwad

Terjadi pada akhir kalimat yang memiliki tanwin fathah dan dibaca waqaf. Dalam hal ini, suara tanwin dihilangkan dan diganti dengan panjang dua harakat, kecuali jika diakhiri oleh ta marbuthah, yang akan berubah menjadi ha mati saat diwaqafkan.

7. Tanda Waqaf (Al-Waqfu Aula)

Merupakan simbol berhenti dalam Al-Qur’an yang berarti lebih utama berhenti daripada melanjutkan bacaan.

8. Idzhar Mim Mati

Ketika mim sukun bertemu dengan huruf ta, maka mim dibaca secara jelas, tanpa dengung atau samar.

9. Mad Thabi’i (Mad Asli)

Terjadi jika ada wau sukun yang didahului huruf berharakat dhammah, dan dibaca panjang dua harakat.

10. Mad Thabi’i (Mad Asli)

Sama seperti poin sebelumnya, yaitu wau sukun yang didahului huruf berdhammah dan dibaca dua harakat.

11. Mad ‘Aridh Lissukun (Mad Arid Lisukun)

Bentuk mad ini muncul ketika mad thabi’i diikuti oleh huruf hidup di akhir kalimat yang menjadi mati saat diwaqafkan. Panjang bacaan bisa antara dua hingga enam harakat, tergantung cara waqafnya.

Surat Yasin ayat 63

هٰذِهٖ جَهَنَّمُ الَّتِيْ كُنْتُمْ تُوْعَدُوْنَ


Artinya: “Inilah (neraka) Jahanam yang dahulu telah diperingatkan kepadamu”

Hukum Tajwidnya

1. Mad Thabi’i (Mad Asli)

Terjadi ketika huruf ha diikuti oleh alif, namun alif tersebut dihilangkan (dibuang). Tanda berupa garis vertikal di atas menunjukkan adanya alif yang dihapus. Cara membacanya tetap dipanjangkan selama dua harakat.

2. Mad Silah Qashirah

Hukum ini berlaku jika sebelum ha dhamir terdapat huruf yang berharakat (tidak mati). Jika huruf sebelumnya tidak berbaris, maka tidak termasuk mad ini. Bacaan diperpanjang dua harakat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!