Inilah Masjid Terbaik Bagi Muslimah

loading...
Inilah Masjid Terbaik Bagi Muslimah
Sebaik-baiknya masjid bagi kaum perempuan muslimah adalah rumahnya sendiri, baik untuk melaksanakan salat dan ibadah lainnya. Foto ilustrasi/ist
Melaksanakan salat berjamaah di masjid memiliki kedudukan yang tinggi dibanding salat sendiri. Karena keutamaan ini, setiap muslim dianjurkan salat berjamaah di masjid. Namun bagaimana dengan salat kaum perempuan? Bolehkah melaksanakan salat berjamaah di masjid? Bagaimana pula dengan pahala yang akan didapatnya?

Keinginan akan ganjaran pahala salat berjamaah ini, dikisahkan istri dari Abu Humaid As-Saidi, yaitu Ummu Humaid yang pernah mendatangi Nabi shallallahu alaihi wa sallam, lalu berkata, Wahai Rasulullah, saya sangat ingin sekali salat berjamaah bersamamu. Beliau shallallahu alaihi wa sallam lantas menjawab,

"Aku telah mengetahui hal itu bahwa engkau sangat ingin salat berjamaah bersamaku. Namun salatmu di dalam kamar khusus untukmu (bait) lebih utama dari salat di ruang tengah rumahmu (hujrah). Salatmu di ruang tengah rumahmu lebih utama dari salatmu di ruang terdepan rumahmu. Salatmu di ruang luar rumahmu lebih utama dari salat di masjid kaummu. Salat di masjid kaummu lebih utama dari salat di masjidku ini (Masjid Nabawi)." Ummu Humaid lantas meminta dibangunkan tempat salat di pojok kamar khusus miliknya, beliau melakukan salat di situ hingga berjumpa dengan Allah (meninggal dunia)." (HR. Ahmad)

(Baca juga :Haruskah Anak Perempuan Dikhitan?)



Menurut hadis ini, bahwa sebaik-baiknya masjid bagi salat kaum perempuan adalah rumahnya. Namun jika perempuan muslimah ingin melaksanakan salat berjamaah di masjid selama memperhatikan aturan seperti menutup aurat dan tidak memakai harum-haruman, maka janganlah dilarang.

Dari Salim bin Abdullah bin Umar bahwasanya Abdullah bin Umar radhiyallah'anhu berkata, Aku mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Janganlah kalian menghalangi istri-istri kalian untuk ke masjid. Jika mereka meminta izin pada kalian maka izinkanlah dia. (HR. Muslim)

(Baca juga :Bila Hijrah Terhalang Masa Lalu, Apa yang Harus Dilakukan?)



Dibolehkannya perempuan untuk keluar menunaikan salat di masjid, akan tetapi salatnya di rumah lebih utama baginya, karena salatnya di rumahnya bersifat menutupinya (tersembunyi dari pandangan) dan aman baginya dari terjerumus kedalam fitnah, baik fitnah tersebut disebabkan olehnya atau fitnah yang mengancam dirinya, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam : ”
halaman ke-1 dari 2
cover top ayah
وَلَقَدۡ خَلَقۡنَا الۡاِنۡسَانَ وَنَعۡلَمُ مَا تُوَسۡوِسُ بِهٖ نَفۡسُهٗ ۖۚ وَنَحۡنُ اَقۡرَبُ اِلَيۡهِ مِنۡ حَبۡلِ الۡوَرِيۡدِ
Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.

(QS. Qaf:16)
cover bottom ayah
preload video