Misteri Omar Khayyam: Dia Tidak Merepresentasikan Dirinya Sendiri

Rabu, 23 September 2020 - 09:33 WIB
Tentang Logam Dasarku yang mungkin menyimpan sebuah Kunci, Kunci pembuka Pintu yang diratapnya dari luar.

Ini mengandung arti serta memberi kesan bahwa Omar menentang sang sufi. Dan bahwa apa yang dicari sang sufi dapat ditemukan dalam metode Omar, bukan (penemuan) dirinya sendiri. (Baca juga: Tak Ada Puisi Cinta yang Lebih Besar dari Karya Ibnu Arabi )


Bagi pengamat biasa mana pun, menurut Idries, puisi ini jelas menunjukkan ketidakmungkinan bahwa Omar adalah seorang sufi.

"Para sufi percaya bahwa dalam diri manusia ada suatu unsur yang disemangati cinta, yang membukakan makna pencapaian realitas sejati dan disebut makna mistikal," tutur Idries.

Baca juga: Pemerintah Harus Segera Keluarkan Perppu Pilkada di Tengah Pandemi


Apabila kita kembali pada puisi orisinal dari terjemahan syair (kuatrin) 55 ini untuk mengaman tentang pencelaan Sufi atau sebaliknya, maka maksudnya, dengan menterjemahkannya dari bahasa Persia, adalah:

Ketika Sebab Azali menentukan wujudku

Aku dianugerahi ajaran utama tentang Cinta.

Dan terbentuklah belahan hatiku

Kunci Perbendaharaan Mutiara dari makna mistikal.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!