Salah Besar Jika Pejabat Menganggap Dirinya Lebih Mulia dari Ulama

Minggu, 18 Oktober 2020 - 09:00 WIB
"Dan mereka berkata: 'Apakah (patut) kita percaya kepada dua orang manusia seperti kita (juga), padahal kaum mereka (Bani Israil) adalah orang-orang yang menghambakan diri kepada kita?" (Surah Al Mu'minuun: 47)

3. Umat Nabi Sholeh menganggap Nabi Sholeh sebagai manusia biasa:

مَا أَنْتَ إِلَّا بَشَرٌ مِثْلُنَا فَأْتِ بِآيَةٍ إِنْ كُنْتَ مِنَ الصَّادِقِينَ

"Kamu tidak lain melainkan seorang manusia seperti kami; maka datangkanlah sesuatu mukjizat, jika kamu memang termasuk orang-orang yang benar. (Surah Asy Syu'araa': Ayat 154)

4. Umat Nabi Syua'ib menganggap Nabi Syua'ib sebagai manusia biasa:

وَمَا أَنْتَ إِلَّا بَشَرٌ مِثْلُنَا وَإِنْ نَظُنُّكَ لَمِنَ الْكَاذِبِينَ

"Dan kamu tidak lain melainkan seorang manusia seperti kami, dan sesungguhnya kami yakin bahwa kamu benar-benar termasuk orang-orang yang berdusta. (Surah Asy Syu'ara': 186)

5. Begitu juga Kaum Musyrikin Menganggap Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم sebagai manusia biasa:

وَقَالُوا مَالِ هَٰذَا الرَّسُولِ يَأْكُلُ الطَّعَامَ وَيَمْشِي فِي الْأَسْوَاقِ ۙ لَوْلَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مَلَكٌ فَيَكُونَ مَعَهُ نَذِيرًا

"Dan mereka berkata: Mengapa rasul itu memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar? Mengapa tidak diturunkan kepadanya seorang Malaikat agar Malaikat itu memberikan peringatan bersama-sama dengan dia? (Surah Al Furqaan: 7)

Apa yang terjadi dengan sikap tersebut? Mereka semua yang satu zaman dan berjumpa langsung dengan para Nabinya tak mendapatkan kebaikan. Bahkan hanya memperoleh kehinaan, termasuk di masa Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم. ( )

Pertanyaannya, kenapa bisa terjadi demikian? Karena mereka hanya memandang para Nabi sebagai manusia biasa tanpa memandang derajat mereka yang tinggi di sisi Allah Ta'ala. Sungguh sia-sia bagi suatu kaum yang ada orang alim/saleh di antara mereka, tanpa adanya pemuliaan mereka terhadapnya. Cukup jadi pelajaran kehancuran orang-orang dahulu disebabkan kurang memuliakan hamba-hamba yang dicintai Allah Ta'ala.

Tugas suatu kaum apabila ada orang alim/saleh di antara mereka:

1. Memuliakannya, utamakan melihat derajat mereka yang tinggi di sisi Allah Ta'ala.

2. Mempergunakan keilmuannya dengan bertanya dan membukakan baginya majelis-majelis ilmu, agar ilmunya dapat ia curahkan untuk kemaslahatan umat.

3. Menjaga mereka dari orang yang ingin menyakitinya.

4. Mencintai mereka, sebab hal itu dapat mendatanglan rahmat Allah Ta'ala.

Mudah-mudahan kita termasuk pecinta ulama dan orang-orang saleh agar di Yaumul Qiyamah kelak nanti kita dikumpulkan bersama kaum saleh. Aamiiin. ( )

Referensi:

Kitab Mafaahiim Yajibu Antushohhah karya dari Abuya Sayyid Muhammad bin 'Alawi al-Maliki
Halaman :
Lihat Juga :
Follow
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
cover top ayah
اَلۡمُنٰفِقُوۡنَ وَالۡمُنٰفِقٰتُ بَعۡضُهُمۡ مِّنۡۢ بَعۡضٍ‌ۘ يَاۡمُرُوۡنَ بِالۡمُنۡكَرِ وَيَنۡهَوۡنَ عَنِ الۡمَعۡرُوۡفِ وَيَقۡبِضُوۡنَ اَيۡدِيَهُمۡ‌ؕ نَسُوا اللّٰهَ فَنَسِيَهُمۡ‌ؕ اِنَّ الۡمُنٰفِقِيۡنَ هُمُ الۡفٰسِقُوۡنَ
Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, satu dengan yang lain adalah sama, mereka menyuruh berbuat yang mungkar dan mencegah perbuatan yang ma'ruf dan mereka menggenggamkan tangannya (kikir). Mereka telah melupakan kepada Allah, maka Allah melupakan mereka pula. Sesungguhnya orang-orang munafik itulah orang-orang yang fasik.

(QS. At-Taubah Ayat 67)
cover bottom ayah
Artikel Terkait
Al-Qur'an, Bacalah!
Rekomendasi
Terpopuler
Artikel Terkini More