Bahaya Nifak, Lubang Tikus yang Membuat Sahabat Nabi Takut
Selasa, 20 Oktober 2020 - 05:00 WIB
Di antara sifat nifak itu adalah malas dalam melakukan salat berjama’ah di masjid. Ini termasuk sifat orang-orang munafik. Sifat nifak itu, sesuatu yang buruk dan sangat berbahaya.
Para sahabat sangat takut kalau-kalau dirinya terjerumus ke dalam nifak. Ibnu Abi Mulaikah rahimahullah berkata, “Aku bertemu dengan 30 Sahabat Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam , mereka semua takut kalau-kalau ada nifak dalam dirinya.” (Disebutkan oleh al-Bukhâri mu’alaqan dengan sighat jazm, 1/146)
Baca juga: Syahganda dan Jumhur Cs Disarankan Ajukan Praperadilan
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Kitabul Iman mengatakan, “Cabang-cabang kemunafikan sering hinggap di hati kaum Muslimin, lalu Allah Azza wa Jalla menerima taubatnya. Terkadang hati seorang Mukmin dihampiri oleh sesuatu yang menyebabkan nifak lalu Allah menghalaunya dari Mukmin tersebut. Seorang Mukmin itu diuji dengan bisikan setan dan bisikan-bisikan kekufuran yang menyebabkan mereka gelisah.
Ada sahabat yang mengatakan, “Wahai Rasûlullâh! Sungguh seorang di antara kami merasakan sesuatu dalam dirinya yang mana dia lebih senang jatuh dari langit ke bumi daripada menceritakan apa yang dia rasakan itu.”
Rasulullah SAW bersabda, “Itulah sharihul Iman (keimanan yang murni)." (HR Imam Muslim, no. 338). Dalam riwayat lain, “Dia merasa berat untuk menceritakannya.”
Rasulullah SAW bersabda:
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي رَدَّ كَيْدَهُ إِلَى الْوَسْوَسَةِ
Segala puji bagi Allah yang telah menolak tipu daya setan sehingga menjadi sekedar bisikan. (HR Ahmad, 1/235, no. 2097; Abu Dawud, no. 5112. Keduanya dari Sahabat Ibnu Abbas Radhiyallahu anhu)
Baca juga: Jumhur Hidayat, Dari Dukung SBY, Jokowi Hingga Prabowo
Maksudnya, munculnya bisikan ini yang disertai rasa benci dan ada upaya untuk menangkalnya merupakan sharihul iman.
Sedangkan tentang pelaku nifak akbar, Allah SWT berfirman:
صُمٌّ بُكْمٌ عُمْيٌ فَهُمْ لَا يَرْجِعُونَ
Mereka tuli, bisu dan buta, maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar). [Al-Baqarah/2:18]
Maksudnya, mereka tidak akan kembali kepada Islam dalam hati mereka. Allah Ta'ala juga berfirman:
أَوَلَا يَرَوْنَ أَنَّهُمْ يُفْتَنُونَ فِي كُلِّ عَامٍ مَرَّةً أَوْ مَرَّتَيْنِ ثُمَّ لَا يَتُوبُونَ وَلَا هُمْ يَذَّكَّرُونَ
Dan tidakkah mereka (orang-orang munafik) memperhatikan bahwa mereka diuji sekali atau dua kali setiap tahun, kemudian mereka tidak (juga) bertaubat dan tidak (pula) mengambil pelajaran? [At-Taubah/9:126]
Para sahabat sangat takut kalau-kalau dirinya terjerumus ke dalam nifak. Ibnu Abi Mulaikah rahimahullah berkata, “Aku bertemu dengan 30 Sahabat Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam , mereka semua takut kalau-kalau ada nifak dalam dirinya.” (Disebutkan oleh al-Bukhâri mu’alaqan dengan sighat jazm, 1/146)
Baca juga: Syahganda dan Jumhur Cs Disarankan Ajukan Praperadilan
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Kitabul Iman mengatakan, “Cabang-cabang kemunafikan sering hinggap di hati kaum Muslimin, lalu Allah Azza wa Jalla menerima taubatnya. Terkadang hati seorang Mukmin dihampiri oleh sesuatu yang menyebabkan nifak lalu Allah menghalaunya dari Mukmin tersebut. Seorang Mukmin itu diuji dengan bisikan setan dan bisikan-bisikan kekufuran yang menyebabkan mereka gelisah.
Ada sahabat yang mengatakan, “Wahai Rasûlullâh! Sungguh seorang di antara kami merasakan sesuatu dalam dirinya yang mana dia lebih senang jatuh dari langit ke bumi daripada menceritakan apa yang dia rasakan itu.”
Rasulullah SAW bersabda, “Itulah sharihul Iman (keimanan yang murni)." (HR Imam Muslim, no. 338). Dalam riwayat lain, “Dia merasa berat untuk menceritakannya.”
Rasulullah SAW bersabda:
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي رَدَّ كَيْدَهُ إِلَى الْوَسْوَسَةِ
Segala puji bagi Allah yang telah menolak tipu daya setan sehingga menjadi sekedar bisikan. (HR Ahmad, 1/235, no. 2097; Abu Dawud, no. 5112. Keduanya dari Sahabat Ibnu Abbas Radhiyallahu anhu)
Baca juga: Jumhur Hidayat, Dari Dukung SBY, Jokowi Hingga Prabowo
Maksudnya, munculnya bisikan ini yang disertai rasa benci dan ada upaya untuk menangkalnya merupakan sharihul iman.
Sedangkan tentang pelaku nifak akbar, Allah SWT berfirman:
صُمٌّ بُكْمٌ عُمْيٌ فَهُمْ لَا يَرْجِعُونَ
Mereka tuli, bisu dan buta, maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar). [Al-Baqarah/2:18]
Maksudnya, mereka tidak akan kembali kepada Islam dalam hati mereka. Allah Ta'ala juga berfirman:
أَوَلَا يَرَوْنَ أَنَّهُمْ يُفْتَنُونَ فِي كُلِّ عَامٍ مَرَّةً أَوْ مَرَّتَيْنِ ثُمَّ لَا يَتُوبُونَ وَلَا هُمْ يَذَّكَّرُونَ
Dan tidakkah mereka (orang-orang munafik) memperhatikan bahwa mereka diuji sekali atau dua kali setiap tahun, kemudian mereka tidak (juga) bertaubat dan tidak (pula) mengambil pelajaran? [At-Taubah/9:126]
(mhy)
Lihat Juga :