Teladan Indah Rasulullah Ketika Mengoreksi Sahabat
Rabu, 21 Oktober 2020 - 09:05 WIB
Maka, Rasulullah صلى الله عليه وسلم masuk ke Masjid Nabawi. Hanya ada beliau dan Khawad. Tak ada yang lain. Di situlah Khawad menangis dan meminta maaf kepada Rasulullah . Apa respons Rasulullah? Memarahinya? Menghukumnya?
"Rahimakallah, rahimakallah, rahimakallah," ucap Rasulullah.(Semoga Allah merahmatimu, semoga Allah merahmatimu, semoga Allah merahmatimu). (Baca Juga: 14 Keistimewaan Nabi Muhammad yang Tidak Dimiliki Manusia Lain )
Indah nian akhlak Rasulullah صلى الله عليه وسلم , junjungan kita tercinta. Poin-poin penting sebagai pelajaran:
1. Saat Rasulullah tahu Khawad berdusta, beliau tidak langsung mencecar apalagi menjatuhkan harga dirinya di depan umum (gadis-gadis itu). Karena, Rasulullah tahu Khawad tidak sepenuh hati ingin berdusta.
2. Rasulullah menunggu waktu yang tepat untuk menasihati dan memperbaiki (Di Masjid Nabawi dalam kondisi Khawad sudah merasa bersalah) dan tak ada siapapun.
3. Dan, ketika Khawad mengakui kesalahan dan meminta maaf, Rasulullah صلى الله عليه وسلم tidak memperpanjang urusan. Beliau memaafkan dan bahkan mendoakannya. Pun, tidak menceritakan kepada para sahabat lainnya.
Inilah adab bagaimana seorang guru mengoreksi kesalahan muridnya. Rasulullah صلى الله عليه وسلم adalah guru terbaik bagi para sahabatnya. Maka, pantas jika generasi sahabat menjadi generasi terbaik sepanjang masa.
Maka, kita bertanya, adakah para guru di sekolah dan madrasah menampilkan adab saat mengoreksi kesalahan murid-muridnya? Karena, guru adalah sang arsitek peradaban.
(Baca Juga: Rabi'ul Awal, Yuk Teladani Cara Bergaul Rasulullah yang Mengagumkan )
۞ اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ۞
"Rahimakallah, rahimakallah, rahimakallah," ucap Rasulullah.(Semoga Allah merahmatimu, semoga Allah merahmatimu, semoga Allah merahmatimu). (Baca Juga: 14 Keistimewaan Nabi Muhammad yang Tidak Dimiliki Manusia Lain )
Indah nian akhlak Rasulullah صلى الله عليه وسلم , junjungan kita tercinta. Poin-poin penting sebagai pelajaran:
1. Saat Rasulullah tahu Khawad berdusta, beliau tidak langsung mencecar apalagi menjatuhkan harga dirinya di depan umum (gadis-gadis itu). Karena, Rasulullah tahu Khawad tidak sepenuh hati ingin berdusta.
2. Rasulullah menunggu waktu yang tepat untuk menasihati dan memperbaiki (Di Masjid Nabawi dalam kondisi Khawad sudah merasa bersalah) dan tak ada siapapun.
3. Dan, ketika Khawad mengakui kesalahan dan meminta maaf, Rasulullah صلى الله عليه وسلم tidak memperpanjang urusan. Beliau memaafkan dan bahkan mendoakannya. Pun, tidak menceritakan kepada para sahabat lainnya.
Inilah adab bagaimana seorang guru mengoreksi kesalahan muridnya. Rasulullah صلى الله عليه وسلم adalah guru terbaik bagi para sahabatnya. Maka, pantas jika generasi sahabat menjadi generasi terbaik sepanjang masa.
Maka, kita bertanya, adakah para guru di sekolah dan madrasah menampilkan adab saat mengoreksi kesalahan murid-muridnya? Karena, guru adalah sang arsitek peradaban.
(Baca Juga: Rabi'ul Awal, Yuk Teladani Cara Bergaul Rasulullah yang Mengagumkan )
۞ اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ۞
(rhs)
Lihat Juga :