Dua Rasa Cinta

Selasa, 03 November 2020 - 07:41 WIB
Ini pula yang ditegaskan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah. Kata beliau, Allah menceritakan penyamaan yang mereka lakukan dalam hal cinta. Cinta kepada Allah, juga cinta kepada berhala dengan kadar kecintaan yang sama. Ini diterangkan oleh Allah dalam surah Asy-Syu’ara ayat 97-98, berkata orang-orang musyrik nanti di akhirat:

تَاللَّـهِ إِن كُنَّا لَفِي ضَلَالٍ مُّبِينٍ ﴿٩٧﴾ إِذْ نُسَوِّيكُم بِرَبِّ الْعَالَمِينَ ﴿٩٨﴾

“Demi Allah, dulu kita benar-benar dalam kesesatan yang nyata. Karena kami dahulu ketika di dunia menyamakan kalian (berhala-berhala) dengan Allah Rabbul ‘Alamin.” (QS. Asy-Syu’ara : 97-98)

(Baca juga : BREAKING-Serangan Teror Guncang Wina, Total Ada 6 Lokasi )

Disamakan, termasuk dalam hal mahabbah. Adapun makna atau tafsiran ayat:

وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِّلَّـهِ

“Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah.” (QS. Al-Baqarah[2]: 165)

Maknanya, lebih besar dibanding kecintaan para penyembah berhala kepada tandingan-tandingan yang mereka jadikan sekutu bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mereka cinta kepada berhala-berhala, mereka mereka juga cinta kepada Allah, disamakan. Adapun orang beriman, kadar kecintaannya kepada Allah jauh lebih besar, lebih hebat, lebih kuat dibanding kecintaan orang-orang musyrik kepada berhala atau kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Ini makna dari ayat tersebut. Sudah juga kita terangkan bahwa mahabbah kepada Allah yang disebut dengan mahabbah Al-Ubudiyah, wajib didahulukan dibanding mahabbah musytarokah. Seperti mencintai orang tua, anak-anak, istri atau suami, mencintai harta, mencintai sahabat, mencintai semua itu tidaklah terlarang. Bahkan harus. Tapi kecintaan kita kepada mereka tidak boleh lebih besar daripada cinta kita kepada Allah.

(Baca juga : Kontroversial, Studi Sebut Sekolah Bisa Dibuka karena Bukan Hotspot COVID-19 )

Siapa yang lebih mencintai makhluk, baik itu orang tua, anak-anak, pasangan hidup, bahkan harta, dibanding kecintaan kepada Allah, Allah akan turunkan adzab. Allah ancam di dalam Al-Qur’an, surah At-Taubah ayat ke-24:

قُلْ إِن كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُم مِّنَ اللَّـهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّىٰ يَأْتِيَ اللَّـهُ بِأَمْرِهِ ۗ وَاللَّـهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ ﴿٢٤﴾

“Katakanlah: “jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya”. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.” (QS. At-Taubah : 24)

Dalam ayat ini Allah mengancam orang-orang yang lebih mendahulukan kecintaan dengan cinta kepada sesama makhluk daripada cinta kepada Allah dan rasulNya. Mencintai amalan-amalan yang lebih disukai oleh hawa nafsunya daripada mencintai amalan-amalan yang dicintai oleh Allah dan rasulNya. Ada ancaman untuk itu. Dan ini menunjukkan terlarangnya mencintai sesama makhluk dengan kadar melebihi cintanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Wallahu A'lam
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!