Waspada dengan Virus Kejahilan
Rabu, 04 November 2020 - 07:33 WIB
…فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِن كُنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ ﴿٤٣﴾
“Tanyakanlah kepada ahli ilmu jika kamu tidak mengetahui.” (QS. An-Nahl: 43)
Banyak yang tidak kita ketahui dan kita diperintahkan untuk bertanya. Dan ini merupakan perintah untuk menuntut ilmu. Bertanya itu adalah salah satu jalan ilmu, kita mencari tahu.
Jadi itu perintah Allah dan menjadi satu kewajiban atas setiap muslim, kata Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Dan ayat yang pertama turun juga perintah untuk membaca, yaitu belajar.
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ ﴿١﴾
“Bacalah dengan (menyebut) nama Rabbmu Yang menciptakan,” (QS. Al-Alaq : 1)
Itu ayat yang pertama turun kepada Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, perintah untuk membaca. Bahwa seorang muslim tidak boleh patah semangat, kehilangan motivasi untuk menuntut ilmu.
Sebagian orang berkata bahwa menuntut ilmu terus kapan beramalnya? Ini satu perkataan yang sangat kontradiktif. Bagaimana bisa beramal tanpa ilmu? Itu tidak mungkin, itu satu angan-angan, khayalan. Kita bisa salat dengan benar tanpa belajar itu satu hal yang sangat mustahil.
(Baca juga : Temukan Banyak Typo di UU Ciptaker, PKS Belum Tertarik Legislative Review )
Kita contohnya ibadah salat, satu ibadah yang mungkin kita lakukan setiap hari. Mungkin ilmu kita tentang salat masih belum sempurna dan banyak kurangnya, kita belum banyak bertanya tentang salat. Walaupun kita salat dari kecil, tapi kita tidak belajar. Kita hanya melihat orang hsalat lalu kita tiru tanpa kita tahu benar atau tidak apa yang kita tiru itu.
Seringkali kita ulangi bahwa taqlid itu bukan ilmu, ikut-ikutan itu bukan ilmu. Muqallid itu bukan ‘Alim. Maka ini faktor yang merusak keistiqamahan, yaitu kejahilan seseorang. Maka jangan merasa puas hidup jahil. Dan jangan merasa puas dengan sedikit ilmu. Sebagian orang merasa puas dengan sedikit ilmu yang dia miliki. Sehingga dengan modal pas-pasan dia berharap bisa menyelamatkan dirinya.
Wallahu A'lam
“Tanyakanlah kepada ahli ilmu jika kamu tidak mengetahui.” (QS. An-Nahl: 43)
Banyak yang tidak kita ketahui dan kita diperintahkan untuk bertanya. Dan ini merupakan perintah untuk menuntut ilmu. Bertanya itu adalah salah satu jalan ilmu, kita mencari tahu.
Jadi itu perintah Allah dan menjadi satu kewajiban atas setiap muslim, kata Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Dan ayat yang pertama turun juga perintah untuk membaca, yaitu belajar.
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ ﴿١﴾
“Bacalah dengan (menyebut) nama Rabbmu Yang menciptakan,” (QS. Al-Alaq : 1)
Itu ayat yang pertama turun kepada Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, perintah untuk membaca. Bahwa seorang muslim tidak boleh patah semangat, kehilangan motivasi untuk menuntut ilmu.
Sebagian orang berkata bahwa menuntut ilmu terus kapan beramalnya? Ini satu perkataan yang sangat kontradiktif. Bagaimana bisa beramal tanpa ilmu? Itu tidak mungkin, itu satu angan-angan, khayalan. Kita bisa salat dengan benar tanpa belajar itu satu hal yang sangat mustahil.
(Baca juga : Temukan Banyak Typo di UU Ciptaker, PKS Belum Tertarik Legislative Review )
Kita contohnya ibadah salat, satu ibadah yang mungkin kita lakukan setiap hari. Mungkin ilmu kita tentang salat masih belum sempurna dan banyak kurangnya, kita belum banyak bertanya tentang salat. Walaupun kita salat dari kecil, tapi kita tidak belajar. Kita hanya melihat orang hsalat lalu kita tiru tanpa kita tahu benar atau tidak apa yang kita tiru itu.
Seringkali kita ulangi bahwa taqlid itu bukan ilmu, ikut-ikutan itu bukan ilmu. Muqallid itu bukan ‘Alim. Maka ini faktor yang merusak keistiqamahan, yaitu kejahilan seseorang. Maka jangan merasa puas hidup jahil. Dan jangan merasa puas dengan sedikit ilmu. Sebagian orang merasa puas dengan sedikit ilmu yang dia miliki. Sehingga dengan modal pas-pasan dia berharap bisa menyelamatkan dirinya.
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :