Perempuan yang Selalu Memuliakan Rasulullah
Kamis, 05 November 2020 - 18:05 WIB
Fathimah tumbuh besar di masa jahiliyah, di Kota Makkah. Ia menikah dengan Abu Thalib bin Abdul Muthalib bin Abdu Manaf. Dari keduanya lahirlah Ali bin Abu Thalib dan saudara-saudaranya. Yaitu: Thalib, Aqil, Ja’far, Jumanah, Ummu Hani’. Semuanya memeluk Islam (Ibnu Qutaibah: al-Ma’arif, 1/203).
Kedudukan lainnya yang dimiliki oleh Fathimah binti Asad adalah wanita Bani Hasyim pertama yang memiliki putra seorang khalifah. Kemudian disusul oleh Fatimah binti Rasulullah. Yang putranya, Hasan bin Ali, juga menjadi seorang khalifah. Lalu Zubaidah, istri Harun al-Rasyid, ibu dari khalifah Abbasiah, al-Amin (Ibnul Atsir: Asadul Ghabah, 7/212). Merekalah wanita-wanita ahlul bait nabi yang melahirkan khalifah.
(Baca juga : Jelang Kepulangan, Spanduk dan Poster Habib Rizieq Shihab Bertebaran di Petamburan )
Fathimah binti Asad memeluk Islam setelah wafatnya suaminya, Abu Thalib. Kemudian ia bersama anak-anaknya hijrah ke Madinah. Ia juga seorang periwayat hadis. Ada 40 hadis yang ia riwayatkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (Umar Ridha Kahhalah: A’lamun Nisa Fi ‘Alamil Arabi wal Islam, 4/33).
Tidak hanya mengandalkan sisi kekerabatan dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Fathimah juga berusaha menjadi pribadi yang baik. Ia adalah seorang perempuan saleha dan bagus agamanya. Di antara bentuk kedekatan Nabi dengannya adalah Nabi sering mengunjunginya dan tidur siang di rumahnya (Ibnu Hajar: al-Ishabah fi Tamyiz ash-Shahabah, 8/269).
(Baca juga : Ngelus Dada, Resesi Bikin Gaji Karyawan RI Dipotong )
Wafatnya Fathimah binti Asad
Fathimah binti Asad radhiyallahu ‘anha wafat sekitar tahun kelima hijrah (Ibnu Asakir: Tarikh Dimasyq, 9/41). Diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas radhiallahu ‘anhuma, tatkala Fathimah Ummu Ali bin Abu Thalib radhiyallahu ‘anha wafat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melepas bajunya dan memakaikannya pada bibinya itu. Nabilah yang membaringkan sang bibi di makamnya.
Ketika kuburnya sudah ditimbun, orang-orang bertanya,
يا رسول الله، رأيناك صنعت شيئًا لم تصنعه بأحدٍ، فقال صلى الله عليه وسلم: «إِنِّي أَلْبَسْتُها قَمِيصِي لِتَلْبَسَ مِنْ ثِيَابِ الْجَنَّةِ، وَاضْطَجَعْتُ مَعَهَا فِي قَبْرِهَا لَيُخَفَّفَ عَنْهَا مِنْ ضَغْطَةِ الْقَبْرِ، إِنَّهَا كَانَتْ أَحْسَنَ خَلْقِ اللَّهِ إِلَيَّ صَنِيعًا بَعْدَ أَبِي طَالِبٍ».
“Hai Rasulullah, kami lihat Anda melakukan sesuatu yang tidak Anda lakukan kepada orang lain.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Aku pakaikan untuknya bajuku agar ia memakai pakaian dari surga. Aku masuk ke dalam pembaringannya di kuburnya agar ringan untuknya sempitnya kubur. Sesungguhnya dia adalah makhluk Allah yang paling berbuat baik kepadaku setelah Abu Thalib.” (Hadis hasan diriwayatkan oleh ath-Thabrani dalam al-Mu’jam al-Ausath (6935) 7/87).
(Baca juga : Dirjen Pendis: Madrasah Bukan Sekadar Sekolah, tapi Proses Pembelajaran )
Kedudukan lainnya yang dimiliki oleh Fathimah binti Asad adalah wanita Bani Hasyim pertama yang memiliki putra seorang khalifah. Kemudian disusul oleh Fatimah binti Rasulullah. Yang putranya, Hasan bin Ali, juga menjadi seorang khalifah. Lalu Zubaidah, istri Harun al-Rasyid, ibu dari khalifah Abbasiah, al-Amin (Ibnul Atsir: Asadul Ghabah, 7/212). Merekalah wanita-wanita ahlul bait nabi yang melahirkan khalifah.
(Baca juga : Jelang Kepulangan, Spanduk dan Poster Habib Rizieq Shihab Bertebaran di Petamburan )
Fathimah binti Asad memeluk Islam setelah wafatnya suaminya, Abu Thalib. Kemudian ia bersama anak-anaknya hijrah ke Madinah. Ia juga seorang periwayat hadis. Ada 40 hadis yang ia riwayatkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (Umar Ridha Kahhalah: A’lamun Nisa Fi ‘Alamil Arabi wal Islam, 4/33).
Tidak hanya mengandalkan sisi kekerabatan dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Fathimah juga berusaha menjadi pribadi yang baik. Ia adalah seorang perempuan saleha dan bagus agamanya. Di antara bentuk kedekatan Nabi dengannya adalah Nabi sering mengunjunginya dan tidur siang di rumahnya (Ibnu Hajar: al-Ishabah fi Tamyiz ash-Shahabah, 8/269).
(Baca juga : Ngelus Dada, Resesi Bikin Gaji Karyawan RI Dipotong )
Wafatnya Fathimah binti Asad
Fathimah binti Asad radhiyallahu ‘anha wafat sekitar tahun kelima hijrah (Ibnu Asakir: Tarikh Dimasyq, 9/41). Diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas radhiallahu ‘anhuma, tatkala Fathimah Ummu Ali bin Abu Thalib radhiyallahu ‘anha wafat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melepas bajunya dan memakaikannya pada bibinya itu. Nabilah yang membaringkan sang bibi di makamnya.
Ketika kuburnya sudah ditimbun, orang-orang bertanya,
يا رسول الله، رأيناك صنعت شيئًا لم تصنعه بأحدٍ، فقال صلى الله عليه وسلم: «إِنِّي أَلْبَسْتُها قَمِيصِي لِتَلْبَسَ مِنْ ثِيَابِ الْجَنَّةِ، وَاضْطَجَعْتُ مَعَهَا فِي قَبْرِهَا لَيُخَفَّفَ عَنْهَا مِنْ ضَغْطَةِ الْقَبْرِ، إِنَّهَا كَانَتْ أَحْسَنَ خَلْقِ اللَّهِ إِلَيَّ صَنِيعًا بَعْدَ أَبِي طَالِبٍ».
“Hai Rasulullah, kami lihat Anda melakukan sesuatu yang tidak Anda lakukan kepada orang lain.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Aku pakaikan untuknya bajuku agar ia memakai pakaian dari surga. Aku masuk ke dalam pembaringannya di kuburnya agar ringan untuknya sempitnya kubur. Sesungguhnya dia adalah makhluk Allah yang paling berbuat baik kepadaku setelah Abu Thalib.” (Hadis hasan diriwayatkan oleh ath-Thabrani dalam al-Mu’jam al-Ausath (6935) 7/87).
(Baca juga : Dirjen Pendis: Madrasah Bukan Sekadar Sekolah, tapi Proses Pembelajaran )
Lihat Juga :