Antara Cacian dan Doa yang Dikabulkan
Jum'at, 27 November 2020 - 18:37 WIB
“Ya Rasulullah, sungguh aku berusaha untuk mendakwahi ibuku agar masuk Islam, namun dia masih saja menolak ajakkanku. Hari ini aku kembali, beliau aku dakwahi namun dia malah mencaci dirimu. Oleh karena itu berdoalah kepada Allah agar Dia memberikan hidayah kepada ibu-nya Abu Hurairah,” kisah Abu Hurairah.
(Baca juga : Mau Ekonomi Lekas Pulih? Dahulukan Sektor Perdagangan )
Setelah mendengar penuturan Abu Hurairah, Rasulullah lantas mendoakan agar ibu Abu Hurairah segera mendapat hidayah.
“Ya Allah, berilah hidayah kepada ibu dari Abu Hurairah,” demikain doa sang Nabi.
Doa yang dilantunkan tentu membuat Abu Hurairah senang dan pulang dengan hati gempira. Setelah ia sampai di depan pintu rumahnya, ternyata pintu tersebut dalam keadaan terkunci.
(Baca juga : PKS Tegaskan Tak Ada Urgensi Lanjutkan RUU Haluan Ideologi Pancasila )
Di tengah kebingungannya, terdengar teriakan sang ibunda.
“Tetaplah di tempatmu, wahai Abu Hurairah,” seru sang ibu.
Sesuai perintah ibunda, Abu Hurairah menunggu di depan rumah. Lalu terdengar suara guyuran air. Ternyata sang ibu tengah mandi. Usai mandi, beliau memakai jubahnya dan segera mengambil kerudungnya lantas membukakan pintu.
“Wahai Abu Hurairah, aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah melainkan Allah dan Muhammad adalah hamba dan utusannya,” ucap sang ibu tepat ketika pintu rumah dibuka.
(Baca juga : Mau Ekonomi Lekas Pulih? Dahulukan Sektor Perdagangan )
Setelah mendengar penuturan Abu Hurairah, Rasulullah lantas mendoakan agar ibu Abu Hurairah segera mendapat hidayah.
“Ya Allah, berilah hidayah kepada ibu dari Abu Hurairah,” demikain doa sang Nabi.
Doa yang dilantunkan tentu membuat Abu Hurairah senang dan pulang dengan hati gempira. Setelah ia sampai di depan pintu rumahnya, ternyata pintu tersebut dalam keadaan terkunci.
(Baca juga : PKS Tegaskan Tak Ada Urgensi Lanjutkan RUU Haluan Ideologi Pancasila )
Di tengah kebingungannya, terdengar teriakan sang ibunda.
“Tetaplah di tempatmu, wahai Abu Hurairah,” seru sang ibu.
Sesuai perintah ibunda, Abu Hurairah menunggu di depan rumah. Lalu terdengar suara guyuran air. Ternyata sang ibu tengah mandi. Usai mandi, beliau memakai jubahnya dan segera mengambil kerudungnya lantas membukakan pintu.
“Wahai Abu Hurairah, aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah melainkan Allah dan Muhammad adalah hamba dan utusannya,” ucap sang ibu tepat ketika pintu rumah dibuka.
Lihat Juga :