Aa Gym: 3 Syarat Supaya Menjadi Ahli Syukur dan Ikhlas

Jum'at, 27 November 2020 - 23:13 WIB
KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) ketika silaturrahim ke Pengasuh Ponpes As-Shidqu Kuningan Jawa Barat Al-Habib Quraisy Baharun (kiri) beberapa waktu lalu. Foto/Ist
Manusia sering tidak menyadari bahwa limpahan karunia dari Allah selalu mengucur dalam setiap keadaan. Tanpa kita minta, karunia Allah datang setiap hari, setiap saat, setiap detik, setiap waktu yang tak mampu kita perhatikan detailnya karena kelemahan kita selaku manusia. Bahkan, seluruh makhluk tanpa terkecuali mendapatkan karunia-Nya.

"Kita sedang maksiat atau sedang taat, karunia Allah tetap terlimpah kepada kita. Kita sedang tidur atau terjaga, karunia Allah tidak pernah berhenti mengalir kepada kita. Sungguh, Allah melimpahkan karunia-Nya yang tiada terhingga kepada kita dalam setiap keadaan," kata Dai yang juga Founder Daarut Tauhiid Bandung KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) dalam bukunya yang berjudul "Ilmu Meraih Derajat Mulia di Sisi Allah".

(Baca Juga: Aa Gym: Seandainya Semua Kaya, Apa yang Akan Terjadi? )

Allah Ta'ala berfirman: "Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)". (QS. Hud [11]: 6)

Aa Gym mengemukakan bahwa Allah melimpahkan karunia kepada seluruh makhluk setiap saat. Pada setiap bilangan waktu terkecil pasti ada karunia Allah. Manusia tidak pernah kekurangan karunia, tidak pernah kekurangan rezeki yang kurang dari kita adalah rasa syukur .

Padahal syukur adalah kunci. Orang yang merasa kurang rezeki sebenarnya karena kurang syukur. Hawa nafsu terus-menerus menuntut pemuasan, padahal kepuasan tak pernah ada ujungnya. Sedangkan syukur adalah kunci orang beriman dalam menyikapi hidup di dunia ini.

Oleh sebab itu, orang beriman senantiasa merasa cukup dengan karunia yang Allah beri. Syukur menjadi kunci hidup tenang dan tercukupi. Sedangkan kufur adalah gerbang menuju hidup yang nelangsa, selalu merasa tak cukup dan gelisah, bahkan dalam keadaan serba ada sekalipun. Manusia menderita bukan karena kurang karunia, tapi manusia menderita karena kurang syukur.

Syukur adalah magnet, penarik karunia yang belum datang. Sedangkan kufur adalah perusak atas karunia yang sudah ada pada diri kita. Na'udzubillahi min dzalik. (Baca Juga: Inilah Balasan Bagi yang Pandai Bersyukur )

Ada tiga syarat supaya kita menjadi ahli syukur, yaitu:

1. Hati benar-benar yakin bahwa hanya Allah Yang Kuasa melimpahkan segala nikmat dan karunia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!