Larangan Keras Bagi Seorang Muslim Menerima Perkataan yang Mengadu Domba

Selasa, 15 Desember 2020 - 06:11 WIB
Maka dari itulah, mengadu-domba adalah merupakan sifat tercela, sifat orang-orang yang ingin berbuat kerusakan di muka bumi, sifat orang-orang yang dia suka sekali melihat apabila saudaranya bermusuhan. Karena dari itulah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengancam dengan ancaman yang berat (tidak masuk surga).

(Baca juga : Inilah Amalan-amalan yang Dapat Memperpanjang Umur )

Orang yang berakal tidak akan tenggelam berpikir dalam perkara tersebut. Karena terkadang semuanya dari pikiran. Ketika kita memikirkan tentang kejelekan Si Fulan, terkadang ada pikiran-pikiran yang buruk untuk melakukan hal-hal yang tidak diridhai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Dan jangan menerima orang yang datang kepada kita dan menceritakan tentang keburukan orang lain yang tujuannya tentu untuk mengadu-domba antara kita dengan dia. Karena kita tahu bagaimana perbuatan dosa yang dilakukan oleh orang yang mengadu-domba dan demikian pula akibat buruknya setelah itu. Kewajiban kita adalah untuk menolak kalau ada orang yang datang kepada kita dan mengatakan Si Fulan begini, begini, begini, begini, tidak usah kita dengarkan. Sehingga kita menutup pintu adu-domba dan diadu-domba tentunya.

(Baca juga : Walk Out dari Paripurna saat PSI Bicara, Gerindra: Buat Gaduh Saja Mereka )

Al-Kuraizy berkata bahwa siapa yang suka mengadu-domba, tidak aman dari bisanya terhadap teman-temannya. Artinya kalau kita tahu ada orang yang pekerjaannya suka mengadu-domba, tugas kita menjauhinya. Karena orang ini seperti kala jengking ataupun ular yang memiliki bisa. Kalau ternyata dia bisa mengadu-domba orang lain, dia bisa mengadu-domba teman-temannya sendiri.

Maka kalau kita tahu orang ini suka mengadu-domba, kita tinggalkan dia, tidak perlu kita jadikan dia sebagai teman kita.

Seperti banjir yang tiba-tiba datang di waktu malam, tidak tahu dari mana ia datangnya. Artinya kalau kita punya teman seperti itu, terkadang kita tidak tahu, tahu-tahu kita sudah terpengaruh oleh ucapan-ucapannya tersebut. Akhirnya kita memusuhi sebagian saudara-saudara kita.

(Baca juga : Antrean Panjang Terlihat di Bank Makanan Milan Saat Krisis Memburuk )

Kewajiban orang yang berakal untuk tidak mendengarkan ucapan pengadu domba. Namun kita berusaha untuk palingkan seluruhnya kepada kebaikan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!