Kisah Kaum Yahudi Menebar Permusuhan di Kalangan Umat Islam Madinah
Senin, 16 Oktober 2023 - 05:15 WIB
loading...
Kaum Yahudi Madinah seringkali menciptakan fitnah dan kebencian antara sesama kaum Muslimin dalam upaya menghalangi dakwah Islam. Ilustrasi: Ist
A
A
A
Kaum Yahudi Madinah seringkali menciptakan fitnah dan kebencian antara sesama kaum Muslimin dalam upaya menghalangi dakwah Islam. Permusuhan lama antara kabilah Aus dan Khazraj semasa jahiliyah seringkali diungkit-ungkit. Sebagian orang yang baru masuk Islam menerima ajakan kaum Yahudi, namun dapat dipadamkan oleh Rasulullah SAW .
Ibnu Hisyam dalam sirahnya mengisahkan suatu ketika Syaas bin Qais yang beragama Yahudi, mengutus seorang pemuda Yahudi untuk duduk dan bermajelis dengan kaum Anshar. Kemudian pemuda Yahudi ini mengingatkan kaum Anshar tentang kejadian perang Bu'ats, hingga terjadi pertengkaran dan mereka keluar dengan membawa senjata masing-masing.
Baca juga: Inilah Asal-usul Yahudi Madinah yang Terusir dalam Perang Khaibar
Pertempuran Bu'ath adalah perang antara kaum Aus dan Khazraj pada tahun 617 M. Keduanya adalah suku kaum Arab Yathrib (kini Madinah). Pertempuran berlangsung di wilayah tenggara oasis kepunyaan suku Yahudi, Bani Quraizah. Kala itu, Aus dibantu kaum Yahudi yakni Bani Quraizah dan Bani Nadhir serta Arab Badwi dari Bani Muzaina.
Sedangkan Bani Khazraj dipimpin Amr ibn al-Numan dibantu suku Badwi Bani Juhaina dan Asyja. Pada mulanya, pihak Aus dipukul mundur, tetapi kemudian membuat serangan balasan dan menewaskan pimpinan Khazraj. Pada akhirnya kedua pimpinan pasukan kedua kabilah terbunuh. Kedua kabilah pun melakukan gencatan senjata.
Ketika kedua kabilah memeluk Islam dan berdamai, kasus perang ini sering diungkit pihak Yahudi sehingga membangkitkan luka lama bagi kedua kabilah.
Pada akhirnya, hasutan kaum Yahudi kepada kedua suku ini sampai kepada Rasulullah SAW. Maka beliau segera berangkat bersama para sahabat Muhajirin menemui mereka dan bersabda:
"Wahai kaum Muslimin, alangkah keterlaluan kalian. Apakah (kalian mengangkat) seruan jahiliyah, padahal aku ada di antara kalian setelah Allah tunjuki kalian kepada Islam dan memuliakan kalian, memutus perkara jahiliyah dan menyelamatkan kalian dari kekufuran dengan Islam, serta menyatukan hati kalian."
Baca juga: Kesaksian Shafiyah: Ini Mengapa sang Ayah yang Tokoh Yahudi Madinah Menolak Masuk Islam
Mendengar seruan Rasulullah, maka mereka sadar. Bahwa ini merupakan godaan setan dan tipu daya musuh, sehingga mereka menangis dan saling memaafkan, yaitu antara Aus dan Khazraj. Mereka pun pergi bersama Rasulullah SAW dengan patuh dan taat. Allah Azza wa Jalla menurunkan firmanNya:
Ibnu Hisyam dalam sirahnya mengisahkan suatu ketika Syaas bin Qais yang beragama Yahudi, mengutus seorang pemuda Yahudi untuk duduk dan bermajelis dengan kaum Anshar. Kemudian pemuda Yahudi ini mengingatkan kaum Anshar tentang kejadian perang Bu'ats, hingga terjadi pertengkaran dan mereka keluar dengan membawa senjata masing-masing.
Baca juga: Inilah Asal-usul Yahudi Madinah yang Terusir dalam Perang Khaibar
Pertempuran Bu'ath adalah perang antara kaum Aus dan Khazraj pada tahun 617 M. Keduanya adalah suku kaum Arab Yathrib (kini Madinah). Pertempuran berlangsung di wilayah tenggara oasis kepunyaan suku Yahudi, Bani Quraizah. Kala itu, Aus dibantu kaum Yahudi yakni Bani Quraizah dan Bani Nadhir serta Arab Badwi dari Bani Muzaina.
Sedangkan Bani Khazraj dipimpin Amr ibn al-Numan dibantu suku Badwi Bani Juhaina dan Asyja. Pada mulanya, pihak Aus dipukul mundur, tetapi kemudian membuat serangan balasan dan menewaskan pimpinan Khazraj. Pada akhirnya kedua pimpinan pasukan kedua kabilah terbunuh. Kedua kabilah pun melakukan gencatan senjata.
Ketika kedua kabilah memeluk Islam dan berdamai, kasus perang ini sering diungkit pihak Yahudi sehingga membangkitkan luka lama bagi kedua kabilah.
Pada akhirnya, hasutan kaum Yahudi kepada kedua suku ini sampai kepada Rasulullah SAW. Maka beliau segera berangkat bersama para sahabat Muhajirin menemui mereka dan bersabda:
يَا مَعْشَر المُسْلِمِيْنَ اللهَ اللهَ أَبِدَعْوَى الْجَاهِلِيَّةِ وَ أَنَا بَيْنَ أَظْهُرِكُمْ بَعْدَ أَنْ هَدَاكُمُ اللهُ لِلإِسْلاَمِ وَ أَكْرَمَكُمْ بِهِ وَ قَطَعَ بِهِ أَمْرَ الْجَاهِلِيَّةِ وَاسْتَنْقَذَكُمْ بِهِ مِنَ الْكُفْرِ وَ أَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ
"Wahai kaum Muslimin, alangkah keterlaluan kalian. Apakah (kalian mengangkat) seruan jahiliyah, padahal aku ada di antara kalian setelah Allah tunjuki kalian kepada Islam dan memuliakan kalian, memutus perkara jahiliyah dan menyelamatkan kalian dari kekufuran dengan Islam, serta menyatukan hati kalian."
Baca juga: Kesaksian Shafiyah: Ini Mengapa sang Ayah yang Tokoh Yahudi Madinah Menolak Masuk Islam
Mendengar seruan Rasulullah, maka mereka sadar. Bahwa ini merupakan godaan setan dan tipu daya musuh, sehingga mereka menangis dan saling memaafkan, yaitu antara Aus dan Khazraj. Mereka pun pergi bersama Rasulullah SAW dengan patuh dan taat. Allah Azza wa Jalla menurunkan firmanNya:
Lihat Juga :