Syarat Melakukan Zikir Menurut Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani

Jum'at, 08 Januari 2021 - 17:33 WIB
Pentingnya memperolehi makrifat dan hakikat diterangkan oleh Nabi صلى الله عليه وسلم dalam hadisnya: "Jika seseorang berniat mempelajari dan beramal menurut keinginannya itu tetapi mati sebelum mencapai tujuannya, Allah melantik dua Malaikat sebagai guru yang mengajarnya ilmu dan makrifat sampai ke hari kiamat. Orang itu dibangkitkan dari kuburnya sebagai orang arif yang telah memperolehi hakikat".

Dua Malaikat di sini menunjukkan ruh Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم dan cahaya cinta yang menghubungkan insan dengan Allah. Pentingnya niat dan hajat diceritakan oleh Nabi صلى الله عليه وسلم: "Ramai yang berniat belajar tetapi mati ketika masih dalam kejahilan, tetapi mereka bangkit dari kubur pada hari pembalasan sebagai orang arif. Ramai ahli ilmu dibangkitkan pada hari itu dalam keadaan rusak akhlak hilang segalanya dan jahil keseluruhannya."

Mereka adalah orang-orang yang bermegah dengan ilmu mereka, yang menuntut ilmu karena muslihat duniawi dan berbuat dosa. Sebagaimana firman Allah: "Dan (ingatlah) hari (ketika) orang-orang kafir dihadapkan ke neraka (kepada mereka dikatakan): "Kamu telah menghabiskan rezekimu yang baik dalam kehidupan duniawimu (saja) dan kamu telah bersenang-senang dengannya; maka pada hari ini kamu dibalasi dengan azab yang menghinakan karena kamu telah menyombongkan diri di muka bumi tanpa hak dan karena kamu telah fasik".

Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda: "Setiap amal bergantung pada niat. Niat dan tujuan orang beriman lebih baik dan bernilai menurut pandangan Allah daripada amalannya. Niat orang yang tidak beriman lebih buruk daripada apa yang nyata dengan amalannya."

Niat merupakan asas amalan. Allah berfirman: "Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat. (QS Asy-Syura Ayat 20)

Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani mengatakan, cara terbaik untuk meraih itu semua ialah dengan mencari guru rohani yang akan membawa hati hidup. Inilah yang akan menyelamatkan seseorang di akhirat.

Dunia itu ibarat kebun akhirat. Orang yang tidak menanam maka kelak dia tidak akan menuai. Jadi, bercocok tanamlah di dunia dengan benih yang baik niscaya ia akan meraih kebahagiaan hidup di akhirat.

(Baca Juga: Wasiat Syeikh Abdul Qadir Al-Jilani dalam Mengekang Syahwat)

Wallahu A'lam
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!