Bolehkah Wali Mengumpat Seseorang? Ini Jawaban Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani
Kamis, 14 Januari 2021 - 18:16 WIB
Wajib baginya berdiam diri dalam keadaan-keadaan semacam itu, tunduk dan berupaya mendapatkan keabsahan-Nya, tak berkebaratan terhadap kehendak-Nya dan wali-Nya yang mencerca pernyataan-pernyataan si palsu.
Baca juga: Kapan dan Kepada Siapa Doa Dikabulkan? Ini Jawaban Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani
Jika ia bersikap demikian, kata Syaikh Abdul Qadir, maka ia mampu mencabut akar-akar kekejian dari dirinya dan dipandang sebagai kembalinya dari kejahilian dan kebiadabannya. Hal itu bagai serangan atas nama sang wali, dan juga menguntungkan si pongah yang berada di tepi jurang kehancuran, karena kepongahan dan ketakpatuhannya.
"Dan Allah menunjuki yang dikehendaki-Nya kepada jalan kebenaran," demikian Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani.
Baca juga: Kisah Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani Mimpi Sosok yang Mengaku Tuhan
Baca juga: Kapan dan Kepada Siapa Doa Dikabulkan? Ini Jawaban Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani
Jika ia bersikap demikian, kata Syaikh Abdul Qadir, maka ia mampu mencabut akar-akar kekejian dari dirinya dan dipandang sebagai kembalinya dari kejahilian dan kebiadabannya. Hal itu bagai serangan atas nama sang wali, dan juga menguntungkan si pongah yang berada di tepi jurang kehancuran, karena kepongahan dan ketakpatuhannya.
"Dan Allah menunjuki yang dikehendaki-Nya kepada jalan kebenaran," demikian Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani.
Baca juga: Kisah Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani Mimpi Sosok yang Mengaku Tuhan
(mhy)
Lihat Juga :