Ketegangan Saat Sahabat Nabi Menolak Jadi Khalifah, Gantikan Utsman bin Affan
Jum'at, 15 Januari 2021 - 14:02 WIB
Ilustrasi/Ist
DALAM situasi tidak menentu pasca-terbunuhnya Khalifah Utsman bin Affan r.a. , kaum pemberontak dan penduduk Madinah berpendapat, bahwa hanya salah seorang di antara 5 orang sahabat dekat Rasulullah SAW yang patut dibai'at sebagai Khalifah pengganti. Mereka adalah yang dulu bersama-sama Utsman bin Affan r.a. pernah dicalonkan oleh Khalifah Umar Ibnul Khattab r.a. sebelum wafatnya. Hanya saja, dari yang 5 orang itu, hanya 4 orang saja yang masih hidup. Abdurrahman bin A'uf sudah tiada.
Baca juga: Pasca-Terbunuhnya Utsman bin Affan: Delapan Hari Tanpa Khalifah
Buku " Sejarah Hidup Imam Ali bin Abi Thalib r.a. " karya H.M.H. Al Hamid Al Husaini memaparkan tragedi pembunuhan Khalifah Utsman r.a. sangat menggoncangkan dan memilukan Sa'ad bin Abi Waqqash . Karena sebelum itu, Khalifah Umar r.a. juga mati terbunuh, sungguhpun pembunuhnya bukan seorang muslim (tetapi majusi) dan terjadinya bukan akibat konflik politik di antara sesama kaum muslimin. Oleh karena itu Sa'ad bin Abi Waqqash mengambil keputusan untuk menjauhkan diri sama sekali dari kegiatan politik kenegaraan dan kemasyarakatan.
Ia tidak mau melibatkan diri atau dilibatkan dalam proses pembai'atan seorang Khalifah baru.
Dengan demikian dari 4 orang sahabat Nabi Muhammad SAW yang masih hidup, hanya tinggal 3 orang saja yang dapat dicalonkan.
Baca juga: Putra Abu Bakar Ash-Shiddiq Terlibat Pembunuhan Khalifah Utsman?
Jalan menuju terbai'atnya Khalifah ke-4 ternyata tidak selicin seperti yang diperkirakan orang.
Dalam proses permulaan saja sudah menghadapi kesukaran berat. Karena ketiga orang calon tersebut sudah tidak ada yang bersedia dibai'at sebagai Khalifah. Usaha pendekatan yang dilakukan oleh kaum muslimin yang memberontak terhadap Khalifah Utsman r.a. sukar diterima oleh tiga orang sahabat Rasulullah s.a.w. itu. Kemacetan berlangsung selama 8 hari.
Sedangkan kaum muslimin, baik yang tinggal di kota Madinah maupun yang di daerah-daerah, cemas-cemas gelisah menantikan adanya pimpinan yang baru.
Baca juga: Pasca-Terbunuhnya Utsman bin Affan: Delapan Hari Tanpa Khalifah
Buku " Sejarah Hidup Imam Ali bin Abi Thalib r.a. " karya H.M.H. Al Hamid Al Husaini memaparkan tragedi pembunuhan Khalifah Utsman r.a. sangat menggoncangkan dan memilukan Sa'ad bin Abi Waqqash . Karena sebelum itu, Khalifah Umar r.a. juga mati terbunuh, sungguhpun pembunuhnya bukan seorang muslim (tetapi majusi) dan terjadinya bukan akibat konflik politik di antara sesama kaum muslimin. Oleh karena itu Sa'ad bin Abi Waqqash mengambil keputusan untuk menjauhkan diri sama sekali dari kegiatan politik kenegaraan dan kemasyarakatan.
Ia tidak mau melibatkan diri atau dilibatkan dalam proses pembai'atan seorang Khalifah baru.
Dengan demikian dari 4 orang sahabat Nabi Muhammad SAW yang masih hidup, hanya tinggal 3 orang saja yang dapat dicalonkan.
Baca juga: Putra Abu Bakar Ash-Shiddiq Terlibat Pembunuhan Khalifah Utsman?
Jalan menuju terbai'atnya Khalifah ke-4 ternyata tidak selicin seperti yang diperkirakan orang.
Dalam proses permulaan saja sudah menghadapi kesukaran berat. Karena ketiga orang calon tersebut sudah tidak ada yang bersedia dibai'at sebagai Khalifah. Usaha pendekatan yang dilakukan oleh kaum muslimin yang memberontak terhadap Khalifah Utsman r.a. sukar diterima oleh tiga orang sahabat Rasulullah s.a.w. itu. Kemacetan berlangsung selama 8 hari.
Sedangkan kaum muslimin, baik yang tinggal di kota Madinah maupun yang di daerah-daerah, cemas-cemas gelisah menantikan adanya pimpinan yang baru.
Lihat Juga :