Kampanye Keji untuk Menumbangkan Kekhalifahan Ali bin Abi Thalib
Sabtu, 23 Januari 2021 - 18:26 WIB
Ilustrasi/Ist
MENYADARI kekuatannya sendiri, Muawiyah tidak gugup menerima surat perintah Amirul Mukminin. Selesai dibaca, dengan sengaja surat itu dibiarkan begitu saja. Utusan Khalifah Ali bin Abi Thalib dibiarkan menunggu sampai tidak tentu batas waktunya.
Tiga bulan kemudian barulah Muawiyah membalas surat Khalifah Ali bin Abi Thalib.
Baca juga: Kisah Pembangkangan Muawiyah kepada Khalifah Ali bin Abi Thalib
Seorang dari Bani 'Absy diperintahkan berangkat membawa surat jawaban untuk Khalifah di Madinah . Untuk memperlihatkan sikapnya yang tidak mengakui Ali bin Abi Thalib sebagai Khalifah dan Amirul Mukminin, pada sampul surat jawaban itu ditulis: "Dari Muawiyah bin Abi Sufyan kepada Ali bin Abi Thalib."
Sebelum utusan itu berangkat ke Madinah, Muawiyah berpesan agar setibanya di kota tujuan, sampul surat itu diperlihatkan dulu kepada orang banyak, sebagai pemberitahuan bahwa ia tidak mengakui Ali bin Abi Thalib sebagai Amirul Mukminin.
Pesan Muawiyah itu dilaksanakan sebagaimana mestinya oleh orang dari Bani 'Absy. Secara demonstratif sampul surat Muawiyah diperlihatkan kepada orang banyak. Semua orang ingin tahu apa yang terjadi akibat pembangkangan Muawiyah.
Orang beramai-ramai mengikuti perjalanan kurir itu menuju ke tempat kediaman Ali bin Abi Thalib. Mereka juga ingin tahu apa sesungguhnya isi surat tersebut.
Baca juga: Perpecahan di Masa Khalifah Ali bin Abi Thalib, Dipicu Soal Pembagian Ghanimah
Kedatangan kurir Muawiyah disambut dengan tenang oleh Khalifah Ali bin Abi Thalib. Setelah dibuka, ternyata dalam sampul itu hanya terdapat secarik kertas yang bertuliskan "Bismillaahhir Rahmanir Rahim".
"Apa maksud ini?" tanya Amirul Mukminin kepada kurir dengan heran. "Selain ini apakah ada berita lain?"
Setelah didesak beberapa kali, akhirnya kurir mengatakan, bahwa ia ingin memperoleh jaminan atas keamanan dan keselamatannya lebih dulu, sebelum memberikan keterangan. Permintaan itu dikabulkan oleh Amirul Mukminin.
Tiga bulan kemudian barulah Muawiyah membalas surat Khalifah Ali bin Abi Thalib.
Baca juga: Kisah Pembangkangan Muawiyah kepada Khalifah Ali bin Abi Thalib
Seorang dari Bani 'Absy diperintahkan berangkat membawa surat jawaban untuk Khalifah di Madinah . Untuk memperlihatkan sikapnya yang tidak mengakui Ali bin Abi Thalib sebagai Khalifah dan Amirul Mukminin, pada sampul surat jawaban itu ditulis: "Dari Muawiyah bin Abi Sufyan kepada Ali bin Abi Thalib."
Sebelum utusan itu berangkat ke Madinah, Muawiyah berpesan agar setibanya di kota tujuan, sampul surat itu diperlihatkan dulu kepada orang banyak, sebagai pemberitahuan bahwa ia tidak mengakui Ali bin Abi Thalib sebagai Amirul Mukminin.
Pesan Muawiyah itu dilaksanakan sebagaimana mestinya oleh orang dari Bani 'Absy. Secara demonstratif sampul surat Muawiyah diperlihatkan kepada orang banyak. Semua orang ingin tahu apa yang terjadi akibat pembangkangan Muawiyah.
Orang beramai-ramai mengikuti perjalanan kurir itu menuju ke tempat kediaman Ali bin Abi Thalib. Mereka juga ingin tahu apa sesungguhnya isi surat tersebut.
Baca juga: Perpecahan di Masa Khalifah Ali bin Abi Thalib, Dipicu Soal Pembagian Ghanimah
Kedatangan kurir Muawiyah disambut dengan tenang oleh Khalifah Ali bin Abi Thalib. Setelah dibuka, ternyata dalam sampul itu hanya terdapat secarik kertas yang bertuliskan "Bismillaahhir Rahmanir Rahim".
"Apa maksud ini?" tanya Amirul Mukminin kepada kurir dengan heran. "Selain ini apakah ada berita lain?"
Setelah didesak beberapa kali, akhirnya kurir mengatakan, bahwa ia ingin memperoleh jaminan atas keamanan dan keselamatannya lebih dulu, sebelum memberikan keterangan. Permintaan itu dikabulkan oleh Amirul Mukminin.
Lihat Juga :