Kampanye Keji untuk Menumbangkan Kekhalifahan Ali bin Abi Thalib
Sabtu, 23 Januari 2021 - 18:26 WIB
Setelah itu barulah kurir menceritakan apa yang sedang terjadi di Syam. Katanya: "Penduduk Syam telah bersepakat hendak menuntut balas atas kematian Utsman bin Affan…
Mereka telah mengeluarkan jubah Khalifah Utsman yang berlumuran darah dan jari isterinya, Na'ilah, yang terpotong pada saat berusaha menahan ayunan pedang. Semuanya itu dipertontonkan kepada penduduk Syam. Melihat kenyataan ini penduduk di sana menangisi kematian Khalifah Utsman sambil mengelilingi jubahnya."
H.M.H. Al Hamid Al Husaini dalam bukunya berjudul " Sejarah Hidup Imam Ali bin Abi Thalib r.a. " memaparkan dari keterangan kurir itu dapatlah ditarik kesimpulan, bahwa atas usaha Muawiyah, penduduk Syam sekarang telah menuduh Khalifah Ali bin Abi Thalib sebagai pelaku makar terhadap Khalifah Utsman r.a. dan mereka tidak akan membiarkan peristiwa terbunuhnya Khalifah Utsman r.a .
Baca juga: Begini Nasib Sahabat Nabi yang Menolak Membaiat Ali sebagai Khalifah
Apa yang dikatakan kurir Muawiyah benar-benar membangkitkan kemarahan semua orang yang hadir. Hanya karena kebijaksanaan Khalifah Ali bin Abi Thalib saja kurir itu terjamin keselamatannya.
Orang-orang Madinah sangat gusar mendengar fitnah yang dilancarkan Muawiyah terhadap Amirul Mukminin. Lebih-lebih mereka yang dulu memberontak terhadap Khalifah Utsman r.a.
Semua yang dilakukan Muawiyah di Damsyik merupakan muslihat politik yang dirajut bersama seorang penasehatnya yang terkenal kaya dengan tipu-daya: Amr bin Al-Ash.
Sejak Khalifah Ali bin Abi Thalib terbai'at sebagai Khalifah, dua sejoli itu telah bertekad hendak menempuh segala cara guna menggagalkan usaha Ali bin Abi Thalib memantapkan kedudukannya sebagai Amirul Mukminin. Sebab Muawiyah yakin benar, bahwa Ali bin Abi Thalib tidak akan memberi kesempatan sedikit pun kepadanya untuk terus berkuasa di daerah.
Untuk mencapai tujuan itu diperlukan satu dalih yang dapat menjatuhkan martabat Khalifah Ali bin Abi Thalib.
Baca juga: Menolak Jadi Khalifah, Ali bin Abi Thalib: Aku Lebih Baik Jadi Wazir
Mereka telah mengeluarkan jubah Khalifah Utsman yang berlumuran darah dan jari isterinya, Na'ilah, yang terpotong pada saat berusaha menahan ayunan pedang. Semuanya itu dipertontonkan kepada penduduk Syam. Melihat kenyataan ini penduduk di sana menangisi kematian Khalifah Utsman sambil mengelilingi jubahnya."
H.M.H. Al Hamid Al Husaini dalam bukunya berjudul " Sejarah Hidup Imam Ali bin Abi Thalib r.a. " memaparkan dari keterangan kurir itu dapatlah ditarik kesimpulan, bahwa atas usaha Muawiyah, penduduk Syam sekarang telah menuduh Khalifah Ali bin Abi Thalib sebagai pelaku makar terhadap Khalifah Utsman r.a. dan mereka tidak akan membiarkan peristiwa terbunuhnya Khalifah Utsman r.a .
Baca juga: Begini Nasib Sahabat Nabi yang Menolak Membaiat Ali sebagai Khalifah
Apa yang dikatakan kurir Muawiyah benar-benar membangkitkan kemarahan semua orang yang hadir. Hanya karena kebijaksanaan Khalifah Ali bin Abi Thalib saja kurir itu terjamin keselamatannya.
Orang-orang Madinah sangat gusar mendengar fitnah yang dilancarkan Muawiyah terhadap Amirul Mukminin. Lebih-lebih mereka yang dulu memberontak terhadap Khalifah Utsman r.a.
Semua yang dilakukan Muawiyah di Damsyik merupakan muslihat politik yang dirajut bersama seorang penasehatnya yang terkenal kaya dengan tipu-daya: Amr bin Al-Ash.
Sejak Khalifah Ali bin Abi Thalib terbai'at sebagai Khalifah, dua sejoli itu telah bertekad hendak menempuh segala cara guna menggagalkan usaha Ali bin Abi Thalib memantapkan kedudukannya sebagai Amirul Mukminin. Sebab Muawiyah yakin benar, bahwa Ali bin Abi Thalib tidak akan memberi kesempatan sedikit pun kepadanya untuk terus berkuasa di daerah.
Untuk mencapai tujuan itu diperlukan satu dalih yang dapat menjatuhkan martabat Khalifah Ali bin Abi Thalib.
Baca juga: Menolak Jadi Khalifah, Ali bin Abi Thalib: Aku Lebih Baik Jadi Wazir
Lihat Juga :