Kisah Khulafaur Rasyidin (15)

Perpecahan di Masa Khalifah Ali bin Abi Thalib, Dipicu Soal Pembagian Ghanimah

loading...
Perpecahan di Masa Khalifah Ali bin Abi Thalib, Dipicu Soal Pembagian Ghanimah
Ilustrasi Ali Bin Abi Thalib/Ist/mhy
KOTA Madinah yang sejak masa hidupnya Rasulullah SAW menjadi pusat kepemimpinan agama dan pemerintahan, selama delapan hari sejak terbunuhnya Khalifah Utsman bin Affan berada dalam keadaan serba tak menentu. Tidak ada kemantapan dan tidak ada ketertiban hukum. Kaum pembangkang yang datang dari luar Madinah, banyak yang berusaha mengadakan kegiatan pengacauan di kota tersebut.

Baca juga: Begini Nasib Sahabat Nabi yang Menolak Membaiat Ali sebagai Khalifah

Beberapa kelompok kaum Muhajirin dan Anshar mengalami berbagai hambatan dalam menentukan sikap. Sedangkan pemuka-pemuka Bani Umayyah, secara diam-diam mulai "mengkambing-hitamkan" Ali bin Abi Thalib r.a. Mereka melancarkan tuduhan, bahwa Ali lah yang "membunuh Utsman" atau "melindungi kaum pemberontak".

Dengan tuduhan itu mereka mengharap Ali akan ditinggalkan oleh para pendukungnya dan dengan demikian ia bisa terguling dari kedudukannya sebagai Amirul Mukminin.



Tidak berapa lama sesudah Ali mengucapkan amanatnya yang pertama, muncullah persoalan baru. Waktu itu hanyak orang sedang berkerumun untuk menerima pembagian harta ghanimah dari Baitul Mal.

Baca juga: Menolak Jadi Khalifah, Ali bin Abi Thalib: Aku Lebih Baik Jadi Wazir

Kepada seorang jurutulis, Ubaidillah bin Abi Rafi', Amirul Mukminin memerintahkan supaya pembagian dimulai dari kaum Muhajirin, dengan masing-masing diberi 3 dinar. Kemudian menyusul kaum Anshar. Semuanya mendapat jumlah yang sama, yaitu 3 dinar.

Waktu itu, seorang bernama Sahl bin Hanif bertanya: apakah dua budaknya yang baru dimerdekakan hari itu, juga akan menerima jumlah yang sama? Dengan tegas Ali r.a. mengatakan, bahwa semua orang menerima hak yang sama yaitu 3 dinar.

Ketika pembagian ghanimah berlangsung, beberapa orang tokoh penting tidak hadir. Di antara yang tidak hadir itu ialah Thalhah bin Ubaidillah , Zubair bin Al-'Awwam , Abdullah bin Umar , Said bin Al-Ash.
halaman ke-1
cover top ayah
وَلَوۡ يُعَجِّلُ اللّٰهُ لِلنَّاسِ الشَّرَّ اسۡتِعۡجَالَهُمۡ بِالۡخَيۡرِ لَـقُضِىَ اِلَيۡهِمۡ اَجَلُهُمۡ‌ؕ فَنَذَرُ الَّذِيۡنَ لَا يَرۡجُوۡنَ لِقَآءَنَا فِىۡ طُغۡيَانِهِمۡ يَعۡمَهُوۡنَ‏
Jika Allah menyegerakan keburukan bagi manusia seperti permintaan mereka untuk menyegerakan kebaikan, pasti diakhiri umur mereka. Namun Kami biarkan orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami, bergelimang dalam kesesatan.

(QS. Yunus:11)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video