Luasnya Ampunan Allah Ta'ala

Senin, 01 Februari 2021 - 15:30 WIB
Baca juga: Diduga Terjadi Kudeta Militer, Suu Kyi dan Presiden Myanmar Ditangkap

Pesan yang terkandung dalam kisah ini, menurut dai yang rutin mengisi kajian di situs dakwah Islam ini, antara lain menjelaskan :

1. Pembunuh masih memiliki kesempatan untuk bertaubat.

Dalilnya adalah firman Allah Ta'ala,

اِنَّ اللّٰهَ لَا يَغۡفِرُ اَنۡ يُّشۡرَكَ بِهٖ وَيَغۡفِرُ مَا دُوۡنَ ذٰ لِكَ لِمَنۡ يَّشَآءُ‌ ۚ وَمَنۡ يُّشۡرِكۡ بِاللّٰهِ فَقَدِ افۡتَـرٰۤى اِثۡمًا عَظِيۡمًا‏

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, namun Dia mengampuni dosa-dosa di bawah syirik, bagi siapa yang Dia kehendaki.” (QS An Nisaa’: 48).

Yaitu Allah mengampuni dosa-dosa di bawah syirik, apabila Dia menghendaki. Ini merupakan pendapat mayoritas para ulama. Ayat ini juga menunjukkan tentang keutamaan ikhlas dan ikhlas merupakan sebab dosa terampuni.

Baca juga: Gubernur Khofifah Matangkan Konsep Pembangunan Kawasan Industri Halal

2. Hati ahli maksiat lebih mudah tergugah untuk bertaubat kepada Allah daripada ahli bid’ah karena dia merasa berbuat salah.

3. Orang yang berilmu lebih utama daripada ahli ibadah karena ahli ibadah yang jahil (bodoh) terkadang dengan kejahilannya bertindak ‘ngawur’ sekalipun menurut dia hal itu baik. Bertitik tolak dari hal ini dapat diketahui bahwa orang yang terjun berdakwah, harus memiliki ilmu agar tidak membuat kerusakan yang lebih besar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!