Ini Mengapa Ujian Bisa Berubah Menjadi Bencana yang Dahsyat

Rabu, 10 Februari 2021 - 13:53 WIB
4) Menyakini bahwa bumi benar-benar milik Allah, apapun yang Dia lakukan merupakan kehendakNya (termasuk menenggelamkannya dengan bencana). (Renungan QS. Ar-Ra'd/ 13: 41).

5) Bertambahnya keyakinan dan tawakkal kepada Allah bahwa di balik peristiwa itu terdapat wasilah dan pelajaran yang dapat lebih menghubungkan hamba dengan RabbNya.

6) Menyadari bahwasanya semua musibah yang terjadi disebabkan karena dosa-dosa yang dilakukan (Renungan QS. Al-Ankabuut/ 29: 40).

7) Menjadikan bahan dorongan untuk membantu dan mendo'akan orang-orang yang dilanda musibah sebagai titik tolak pertaubatan menuju jalanNya. (Lihat: Taushiyah Syaikh Abdur Razaq bin Abdul Muhsin Al-Badr dalam risalahnya: “Agid Shahiihah, Solusi Atas Setiap Setelah Musibah)

'Alaa kulli hal, meminjam pepatah klasik “Tidak mungkin ada asap, kalau tak ada api, tak mungkin ada akibat (musabab), kalau tak ada sebab (sabab).”

Baca juga: Mereka Memprediksi Kapan Terjadinya Kiamat dengan Telaah Huruf-Huruf dalam Al-Qur'an

Demikian pula datangnya berbagai bencana dan ujian yang menimpa sampai melahirkan badai petaka, semua terjadi dikarenakan tingkah laku manusia, di samping kehendak yang Maha Kuasa.

Bukankah Rasulullah pernah mengingatkan kepada kaum Muhaijirin: “Wahai segenap muhajirin, ada lima perkara yang dapat menyebabkan kalian ditimpa mushibah berat, dan aku berlindung dari semuanya itu.”

Berikutnya, Rasul pun merincikan:

1. Tidaklah perbuatan fakhsya' (kriminalitas, prostitusi, perjudian, minum khamar dll.) dilakukan secara terang-terangan, melainkan Allah kirimkan penyakit yang tidak pernah terjadi pada umat-umat sebelumnya.

2. Tidaklah mereka mengurangi timbangan dan sukatan (korupsi, manipulasi dan lainnya), melainkan Allah timpakan kemarau panjang dan sulitnya mendapatkan pertolongan, serta terjadinya kezaliman penguasa kepada mereka.

3. Tidaklah orang-orang kaya menahan zakat mereka, melainkan Allah tahan curahan hujan dari langit, Kalaulah Allah tidak sayang kepada binatang bumi, hujan itu tidak akan pernah diturunkan.

4. Tidaklah janji Allah dan rasulNya diingkari, melainkan Allah timpakan kesulitan berupa musuh yang akan merampas kekayaan mereka.

5. Tidaklah pemimpin mereka enggan menerapkan hukum Allah, melainkan Allah turunkan krisis di antara mereka. (HR. Ibnu Majah, Bab “Uguubaat, no. 4019).

Ya Allah, kami berlindung kepadaMu dari ujian yang berat (juhdul balaa”), kesengsaraan yang sangat menyulitkan (darkus saqaa), dan kegembiraan musuh atas bencana yang menimpa (tsamaatatil 'adaa) ... Innalillahi wa Innaa Ilaihi raajiuun.

Baca juga: Alasan Keluarga Meminta Ustaz Maaher Dimakamkan di Samping Syekh Ali Jaber
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!